Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan pandangan Generasi Z atau Gen Z terkait Hari Kartini di era digital.
Menurutnya, Gen Z memandang Kartini bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan simbol kebebasan berekspresi.
Pramono mengatakan, pemikiran tersebut mencerminkan semangat perempuan Indonesia masa kini.
“Bagi mereka sosok Kartini bukan sekedar tokoh sejarah dalam kebaya, melainkan simbol kebebasan berekspresi. Kemandirian finansial yang melampui batas-batas konvensional. Persis istri kita. Untuk urusan kemandirian finansial pasti ingin mandiri,” kata Pramono dalam Kegiatan Diskusi Interaktif Para Kartini Masa Kini: Perempuan Memilih di Balai Kota, Kamis (7/5).
“Jadi dengan demikian maka, yang berikutnya saya sampaikan Gen Z memandang emansipasi sebagai hak untuk memilih jalur hidup,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan alasan dirinya menyoroti Gen Z. Menurutnya, jika Jakarta ingin maju sebagai kota global yang inklusif, maka generasi muda harus mendapat ruang yang maksimal.
“Kenapa saya secara spesifik menyampaikan tentang Gen Z? Jakarta kalau mau maju sebagai kota global inklusif sesuai dengan undang-undang nomor 2 tahun 2024, maka peran Gen Z nya harus mendapatkan ruang yang maksimal,” tuturnya.
Ia menilai, Gen Z memandang emansipasi sebagai hak untuk memilih jalur hidup secara otentik, baik menjadi pemimpin di industri teknologi, penggerak ekonomi kreatif, maupun menyuarakan isu-isu sosial melalui media sosial.
Menurutnya, generasi ini tidak lagi melihat gender sebagai penghalang, melainkan sebagai spektrum kekuatan untuk berkolaborasi secara setara.
“Maka dalam pandangan ini, mohon maaf mungkin bagi ibu-ibu yang di usia 50 lebih, dengan pandangan Gen Z ini pasti berbeda. Tetapi masa depan kita itu bukan ada di kita, masa depan kita itu ada di mereka. Kalau bangsa ini mau maju, maka cara mereka memandang dan berpikir itulah yang kemudian kita kasih ruang, kita akomodasi untuk kemajuan kita bersama,” pungkas Pramono.
