Hajatan Tak Boleh Lagi Pakai Prasmanan, Ini Solusi Wali Kota Madiun

Hajatan Tak Boleh Lagi Pakai Prasmanan, Ini Solusi Wali Kota Madiun Hajatan Tak Boleh Lagi Pakai Prasmanan, Ini Solusi Wali Kota Madiun

Jakarta, GPriority.co.id – Wali Kota Madiun, Maidi, kini melarang warganya untuk menyajikan makanan dengan prasmanan saat acara hajatan.

Maidi menilai, prasmanan menyebabkan banyak makanan tersisa. Terlebih saat acara pernikahan atau hajatan besar. Selain itu, penyajian makanan yang berlebihan saat hajatan menurutnya dipicu karena adanya gengsi.

“Hari ini banyak yang gengsi. Maunya pernikahan besar-besaran. Akhirnya makanan yang sisa banyak. Kondisi budaya ini harus diubah,” ujarnya.

Selain mengurangi pemborosan makanan, langkah ini diambil juga untuk mengurangi timbunan sampah di Kota Madiun. Maidi menyebut, selama ini makanan sisa hajatan meningkatkan volume sampah di kotanya.

Sebagai informasi, per harinya, Kota Madiun menghasilkan sebanyak 100-120 ton sampah. Bahkan sampah pada TPA di Kelurahan Winogo dilaporkan telah menggunung hingga setinggi 20 meter.

Solusinya, Maidi menyarankan agar penyajian makanan dalam acara hajatan dapat menggunakan kotak kardus. Beberapa kelebihannya, seperti lebih hemat pangan, makanan dapat lebih terukur, serta kecil kemungkinannya untuk terbuang.

Selain itu, dengan menggunakan kardus, tamu dapat membawa pulang makanan acara hajatan, untuk dinikmati bersama keluarga. Utamanya, solusi ini juga dapat mengurangi sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di samping soal penyajiannya, Maidi juga menyoroti kebiasaan makan berlebihan pada acara hajatan yang akhirnya memicu masalah kesehatan. Salah satunya hipertensi.

Dilaporkannya, warga Madiun saat ini banyak yang mengalami penyakit hipertensi akibat pola makan yang tidak seimbang atau berlebihan.

Foto : Tangkapan Layar/Instagram @pakmaidi