Aceh Tamiang, Gpriority.co.id – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh mulai tersenyum lega. Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai merangsek naik.
Meskipun, kenaikan TBS yang terjadi selama ini tidak terlalu signifikan. Rata-rata Rp 50 hingga Rp 100 per kilogramnya. Begitu pun dengan berondolan atau buah sawit yang telah terpisah dari tandan.
Saat ini, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh diketahui hampir seminggu terakhir mencapai Rp 2.400 per kilogram.
Salah petani kelapa sawit, Muhammad Arifandi, 37 tahun, mengatakan, dengan harga saat ini, dirinya dan petani kelapa sawit lainnya sedikit bisa bernafas lega. Di harga sekarang, setidaknya, ia dan petani sawit lainnya bisa sedikit sejahtera.
Sebelumnya, kata Arifandi, ketika harga di bawah Rp 2.400 bahkan pernah mencapai di bawahnya, kami merasa sangat susah. Karena biaya yang dikeluarkan untuk pemupukan dan ongkos pekerja tidak sesuai.
“Cuma cukup untuk pupuk dan ongkos panen saja. Sehingga sebagian dari kami ada yang harus mencari pekerjaan sampingan,” kata Muhammad Arifandi, Senin, 21 Februari 2022.
Untuk itu, Arifandi dan petani lainnya berharap kepada pemerintah agar dapat membantu harga TBS kelapa sawit bisa terus stabil, jikapun harus turun, jangan sampai di bawah harga standar, sehingga petani kelapa sawit di Aceh Tamiang dapat sejahtera.
Sementara itu, pengumpul, atau agen TBS kelapa sawit, Ahmad, 49 tahun, menyebutkan, sejak awal tahun 2022 harga TBS kelapa sawit hampir di seluruh daerah, termasuk Aceh mulai naik.
Bahkan, untuk harga beli di pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) pernah di atas Rp 3.000. Saat ini, Ahmad mengungkapkan, harga pembelian TBS di pabrik rata-rata Rp 2.950.
“Sebenarnya, saat ini harga termasuk turun, walaupun tidak terlalu anjlok,” katanya.
Sebelumnya, kata dia, harga TBS di Aceh pernah di bawah Rp 2.000. Dan harga tersebut ia menyebutkan bukan harga di petani, melainkan harga jual di pabrik.
“Kalau harga di petani kisaran Rp 1.400. Bahkan pernah di bawahnya agen kecil membeli TBS dari petani sekitar Rp 1.000 per kilogramnya, dan itu ketika harga anjlok,” sebutnya.
Menurutnya, kemungkinan harga TBS masih akan tetap bertahan hingga awal bulan Maret 2022 mendatang. Dan berharap harga tersebut tetap bertahan, sehingga petani bisa sejahtera.
“Kami berharap harga TBS tetap bertahan di harga sekarang, kalaupun turun jangan di bawah Rp 2.000,” ujarnya.
