Harris Poll : 60 Persen Gen Z Amerika Dukung Hamas Daripada Israel

Harvard, Gpriority.co.id – 60 persen Generasi Z (Gen Z) Amerika diketahui lebih mendukung hamas daripada Israel. Demikian survei terbaru yang dilakukan Harvard/ Harris Poll.

Dikutip dari Roya News, 60 persen pemilih AS berusia 18–24 tahun mendukung Hamas daripada Israel, sementara 74% masyarakat umum secara keseluruhan masih mendukung Israel.

Terkait opini publik tentang GAZA, sebanyak 69 persen warga Amerika percaya bahwa kelaparan sedang terjadi di Gaza, dengan Partai Republik sebagian besar menyalahkan Hamas dan pemilih yang lebih muda lebih cenderung menyalahkan Israel.

Survei juga mengungkapkan meningkatnya simpati terhadap Palestina dan menurunnya dukungan untuk Israel di kalangan warga Amerika yang lebih muda. Hal ini didorong oleh paparan media sosial terhadap penderitaan warga sipil.

Survei Harris Poll

Survei Harvard/ Harris Poll teranyar ini menandakan pergeseran generasi yang signifikan dalam opini publik di AS, karena serangan genosida Israel di Gaza, Palestina, telah menewaskan lebih dari 63.000 warga Palestina sejak Oktober 2023. Hal itu kemudian menjerumuskan wilayah kantong itu (Gaza) ke dalam kelaparan di tahun kedua genosida.

Terkait survei Harvard/Harris Poll ini, The New York Post, media pendukung Israel, melaporkan berita tersebut dengan judul “Lebih dari 60% Generasi Z Amerika Mendukung Hamas daripada Israel, Survei Menunjukkan Hal yang Mengkhawatirkan.”

Sebagai informasi, Harris Poll adalah perusahaan riset dan analitik pasar Amerika yang telah melacak sentimen, perilaku, dan motivasi orang dewasa Amerika sejak tahun 1963.

Pada survei lainnya yang dilakukan Gallup di Juli 2025 juga mengungkapkan kesenjangan generasi yang signifikan, menemukan bahwa hanya 9% warga Amerika di bawah usia 35 tahun yang menyetujui tindakan militer Israel di Gaza.

Survei yang dilakukan Universitas Quinnipiac juga hampir senada dimana ditemukan bahwa simpati Amerika terhadap Palestina telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa.

Para analis mengaitkan pergeseran mendalam ini dengan perubahan mendasar dalam cara generasi muda mengonsumsi informasi.

Tidak seperti pendahulu mereka yang mengandalkan media tradisional, sumber utama berita politik Gen Z adalah platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Perubahan persepsi terhadap Israel pada publik Amerika sebenarnya bukanlah hal yang baru. Financial Times pernah melaporkan jika publik Amerika juga sangat muak dengan pemerintahan Zionis. Financial Times mengungkap jika Trump sendiri memperingatkan seorang donor Yahudi terkemuka tentang meningkatnya sentimen anti-Israel dalam gerakan MAGA (Make America Great Again) yang dipimpinnya. Trump diketahui juga pernah menyebut jika rakyatnya mulai membenci Israel.

Foto : Wikipedia