Jakarta, GPriority.co.id – Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja DPR RI, termasuk dua kadernya, Deddy Sitorus dan Sadarestuwati yang tengah menjadi sorotan.
Hal itu disampaikan melalui unggahan di akun instagram resminya Fraksi PDI Perjuangan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidakpuasan masyarakat yang salah satunya berakar dari DPR RI. Fraksi PDI Perjuangan DPR RI memandang dengan serius tuntutan masyarakat karena itu adalah amanat konstitusi,” tulis Fraksi PDI Perjuangan dikutip Jumat (5/9).
Tak hanya menyampaikan permohonan maaf, Fraksi PDI Perjuangan juga berjanji akan mengawal dan melaksanakan tuntutan masyarakat 17+8, yang juga telah diputuskan dalam rapat pimpinan DPR RI.
Adapun sebagian tuntutan tersebut seperti, menghentikan tunjangan perumahan bagi anggota, dan melakukan moratorium kunjungan kerja luar negeri bagi anggota dan komisi-komisi DPR.
Lalu, melakukan pembenahan dan memperbaiki diri, serta menjadikan aspirasi masyarakat sebagai masukan yang membangun.
Kemudian, mendukung penuh dan akan berkontribusi aktif dalam reformasi kelembagaan DPR RI yang akan dipimpin langsung oleh Puan Maharani.
Lebih jauh, Fraksi PDI Perjuangan juga menginstruksikan kepada seluruh anggotanya untuk turun dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Setiap anggota wajib menyerap aspirasi masyarakat, mendengar langsung kebutuhan mereka, dan menjadikannya dasar dalam setiap sikap dan keputusan politik Fraksi,” tegas Fraksi PDI Perjuangan.
Tidak hanya itu, Fraksi PDI Perjuangan juga berjanji akan ikut mengoptimalkan Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI untuk menangani penyampaian aspirasi masyarakat kepada DPR RI sehingga dapat ditangani secara langsung dan efektif.
“Fraksi PDI Perjuangan akan mengawal aspirasi masyarakat untuk membentuk Tim Investigasi independen yang kredibel dan berintegritas dalam mengusut peristiwa aksi demonstrasi damai yang berujung anarkis dan dapat merongrong kedaulatan negara, yang telah menimbulkan korban jiwa,” tambahnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
