Heboh! Gus Thuba Deklarasikan Yakuza Maneges, Tegaskan Bukan Organisasi Kriminal

Tokoh muda sekaligus ulama, Gus Thuba Topo Broto Maneges mendeklarasikan organisasi Yakuza Maneges di Kediri, Sabtu (9/5)./Foto Instagram Yakuza Maneges

Kediri, GPriority.co.id – Tokoh muda sekaligus ulama yang dikenal dengan gaya nyentriknya, Gus Thuba Topo Broto Maneges mendeklarasikan organisasi Yakuza Maneges di Kediri, Sabtu (9/5).

Mengutip unggahan akun TikTok Radar Yakuza Maneges, para anggota organisasi tersebut tampak mengenakan setelan kaos hingga jas hitam dalam acara deklarasi itu.

Pendiri Yakuza Maneges, Gus Thuba, mengatakan organisasi tersebut lahir bukan sekadar sebagai wadah berkumpul, melainkan sarana perubahan dan pengabdian.

“Organisasi Yakuza Maneges lahir bukan sekedar sebagai wadah berkumpul, namun sebagai sebuah sarana perubahan dan pengabdian,” ujar Gus Thuba dalam pidatonya saat deklarasi, dikutip Selasa (12/5).

Ia kemudian menjelaskan filosofi nama Yakuza Maneges. Menurutnya, Yakuza dimaknai sebagai perjalanan dari sesuatu yang awalnya kotor hingga berujung pada kehidupan yang zuhud dan abadi. Sementara Maneges merupakan simbol dari namanya sebagai inisiator, sekaligus istilah Jawa kuno yang bermakna memusatkan seluruh jiwa dan raga kepada Sang Pencipta.

“Maka disini bukan lagi identitas organisasi kriminal, tapi simbol transformasi para petarung,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Thuba menegaskan bahwa Yakuza Maneges bukan organisasi yang berdiri berseberangan dengan negara. Ia menyebut organisasinya hadir untuk mendukung serta berjalan bersama aparat penegak hukum.

“Dibawah kepemimpinan saya, organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat,” kata dia.

Menurut Gus Thuba, Yakuza Maneges menjadi tempat bagi orang-orang yang kerap disebut sebagai “santri jalur kiri”, yakni mereka yang pernah tersesat namun masih memiliki niat untuk memperbaiki diri.

“Yakuza Maneges merupakan tempat bagi saudara-saudara yang sering kita sebut sebagai santri jalur kiri. Mereka yang tersesat, yang berada di jalan yang keliru. Bahkan terjatuh dal dosa yang berat. Namun masih memiliki niat dan tekat untuk berbenah diri, kembali kejalan yang benar dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat,” pungkas Gus Thuba.