Hendak Vaksin Namun Belum Memiliki NIK, Lapor Dukcapil


Jakarta, Gpriority- Setelah Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/III/15242/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Rentan dan Masyarakat yang Belum Memiliki NIK beberapa waktu yang lalu banyak masyarakat yang tidak memiliki NIK mendaftarkan diri. Namun sayangnya kekecewaan melanda mereka dikarenakan penolakan dari panitia vaksinasi.

Untuk itulah Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri angkat bicara. ” Banyak yang mengartikan orang yang tidak punya NIK tetap boleh divaksin. Bukan seperti itu. Semangatnya adalah semua orang yang mau divaksin harus punya NIK. Dalam hal belum punya NIK maka Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan berkolaborasi mendata penduduknya. Yang belum punya NIK dikumpulkan untuk didata dan diberikan NIK dan KTP-el oleh Disdukcapil. Setelah itu Dinas Kesehatan Kemenkes baru memberikan vaksin kepada yang bersangkutan. Kalau belum punya NIK sudah divaksin, maka penduduk tersebut tidak bisa didata karena kita menerapkan single identity number (SIN) dan Satu Data Nasional,”jelas Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam siaran persnya beberapa waktu yang lalu.

Terkait upaya mewujudkan SIN atau satu data berbasis NIK, Dirjen Zudan menekankan pada jajarannya agar merujuk pada Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Yang sudah disepakati sebagai satu data kependudukan wali datanya adalah Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri itu dengan kode referensi semua pelayanan publik harus menggunakan NIK. Ini dikuatkan lagi di Perpres No. 62 Tahun 2019 tentang Stranas Nasional Percepatan Adminduk untuk Pengembangan Statistik Hayati,” demikian kata Zudan.

Semangat ini, kata Zudan meminta mewanti-wanti agar diimplementasikan di Dinas Dukcapil daerah provinsi dan kabupaten/kota melalui pemanfaatan data kependudukan Dukcapil oleh semua organisasi pemerintahan daerah.(Hs.Foto.dok.Kemendagri)

Related posts