Ide Stimulasi Sensorik Untuk Tumbuh Kembang Anak

Saat otak anak berkembang, maka persepsi sensorik dan keterampilan motoriknya berjalan secara sinkron. Jadi, saat informasi sensorik masuk, maka respon motorik keluar. Semakin banyak informasi masuk, maka respon motorik yang keluar semakin banyak. Begitupun sebaliknya.

Semakin sering stimulasi maka kemampuan motoriknya juga akan berkembang. Perlu diingat bahwa setiap anak itu unik dan berbeda-beda. Tetap stimulasi dan observasi kemampuan anak dalam hal sinkronasi sensorik dan motoriknya. Lakukan stimulasi dengan kegiatan yang menyenangkan.

Berikut tujuh sensorik yang bisa diasah dalam kegiatan sehari-hari:

1.Pendengaran (Audiotory)
Mendengarkan musik, membuat suara dari mainan, mendengarkan suara disekitar.

2.Penglihatan (Visual)
Melihat gambar atau benda yang kontras, mencari mainan berwarna cerah, memperhatikan wajah bunda.

3.Keseimbangan (Vestibular)
Menari, belajar berjalan, bermain seluncuran (perosotan).

4.Perabaan (Tactile)
Menjelajah tekstur, suhu, ukuran bentuk objek yang berbeda.

5.Penciuman (Olfactori)
Mencium aroma bunga atau aroma makanan enak.

6.Gerak antar sendi (Proprioceptive)
Pijat bayi, bermain dengan mainan yang agak berat atau beragam ukuran.

7.Pengecapan (Oral)
Memasukkan benda atau anggota tubuh ke mulut atau menjelajah rasa makanan (bila sudah MPASI). (VIA)

Related posts