Indonesia Jadi Negara Ke-5 Pengirim Pasukan Terbesar Misi Perdamaian PBB

Indonesia Jadi Negara Ke-5 Pengirim Pasukan Terbesar Misi Perdamaian PBB Indonesia Jadi Negara Ke-5 Pengirim Pasukan Terbesar Misi Perdamaian PBB

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia dinobatkan sebagai negara ke-5 pengirim pasukan terbesar misi perdamaian PBB.

“Sebagai Menlu, menjadi suatu kebanggaan bagi saya bahwa saat ini Indonesia menduduki posisi ke-5 sebagai negara pengirim pasukan terbesar untuk Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB dengan 2.753 pasukan yang tersebar di 8 (delapan) misi”, ujar Menlu Sugiono pada Selasa (4/2) lalu, seperti dilansir melalui rilis Kemlu RI.

Sampai saat ini diakui oleh Menlu Sugiono, Indonesia terus berkomitmen untuk aktif berpartisipasi dalam misi perdamaian PBB, sejak 1957 lalu.

Menlu Sugiono turut menekankan pentingnya pembahasan mengenai masa depan dari misi perdamaian PBB.

Salah satu hal yang dapat dilakukan yaitu melalui identifikasi kapabilitas yang dibutuhkan.

Pasukan penjaga perdamaian PBB memerlukan sumber daya dan dukungan yang memadai.

Begitupun terkait personel yang terlatih dengan baik, serta didukung dengan teknologi terbaru dan sumber daya keuangan yang memadai.

Indonesia pun turut berpartisipasi aktif dalam pembahasan MPP PBB yang dibahas pada forum-forum multilateral.

Salah Satu Negara Perumus A4P

Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi perumus Action for Peacekeeping (A4P).

Jika anda belum mengetahuinya, A4P merupakan dokumen utama untuk memajukan MPP PBB serta meningkatkan efektivitas implementasi mandat.

Disisi lain, Menlu Sugiono dijadwalkan hadir pada pertemuan persiapan UNPM 2025 bertajuk “The Future of UN Peacekeeping.

Agenda persiapan UNPM 2025akan berlangsung selama 2 (dua) hari, mencakup 5 (lima) sesi diskusi panel mengenai tantangan dan peluang masa depan MPP PBB untuk menghadapi tantangan keamanan internasional yang semakin kompleks.

Pertemuan ini juga dilakukan dengan bertujuan untuk merumuskan masukan yang akan disampaikan dalam United Nations Peacekeeping Ministerial di Berlin, Jerman, pada 13-14 Mei 2025.

Foto : Kemlu RI