Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia berencana memproduksi 30 kapal selam otonom untuk memperkuat pengawasan di wilayah perairan strategis atau choke point.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan proyek ini segera berjalan setelah melakukan evaluasi bersama Panglima TNI, Kepala Staf TNI AL, dan manajemen PT PAL Indonesia di Surabaya.
“Tadi saya, Panglima TNI, Kepala Staf TNI AL, dan Direktur PT PAL sudah mengadakan evaluasi teknis dan kami menyimpulkan bahwa Kementerian Pertahanan akan melaporkan kepada Presiden, bahwa kita memerlukan 30 unit kapal selam otonom,” ujar Sjafrie dikutip, Jumat (31/10).
Sjafrie menegaskan, kapal selam tanpa awak ini akan menjadi kekuatan strategis baru bagi TNI Angkatan Laut. Kapal berukuran mini tersebut digerakkan oleh motor listrik dan dilengkapi sistem navigasi berbasis internet, memungkinkan pengoperasian jarak jauh secara efisien.
Dalam tahap pengembangan saat ini, model KSOT-008 belum dipersenjatai torpedo tempur, melainkan menggunakan torpedo latih bertenaga listrik. Uji coba peluncuran torpedo itu disaksikan langsung oleh Menhan bersama pejabat Kemhan dan TNI di Dermaga Komando Armada II, Surabaya.
Di sela uji coba tersebut, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan menelepon Sjafrie dan menegaskan pentingnya keberhasilan proyek ini. Presiden juga meminta evaluasi menyeluruh agar proses produksi segera terealisasi.
“Efisiensi personel, material, dan waktu bisa kita raih. Kita adalah negara keempat di dunia yang memproduksi kapal selam otonom setelah Amerika Serikat, Rusia, dan China,” ungkap Sjafrie.
