Industri Alkes Nasional Diakui Pasar Internasional

Jakarta, GPriority.co.id – Sepanjang tahun 2023 industri alat kesehatan (alkes) nasional telah mencatatkan ekspor sebesar USD209,4 juta. Angka itu cukup signifikan menyumbang devisa negara. Kualitas produk alkes Indonesia pun sudah diakui dunia internasional dan peluang memperluas pasar terbuka lebar.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian, rabu (7/2), Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier menyebut saat ini industri alat kesehatan dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) telah memiliki lebih dari 200 anggota dengan range product yang luas, dari hospital furniture hingga peralatan kesehatan teknologi tinggi seperti X-ray. “Industri alat kesehatan telah mampu menyumbang devisa negara yang cukup signifikan melalui kinerja ekspor produknya yang mencapai USD209,4 juta sepanjang tahun 2023,” ujarnya.

Pada pameran Arab Health 2024 di Dubai, industri alkes dalam negeri mencuri perhatian pengunjung dan mendapatkan apresiasi dari pejabat kesehatan Dubai. Dalam pameran sektor kesehatan terbesar kedua di dunia yang diikuti lebih dari 3.450 eksibitor serta 110.000 healthcare professional dari 180 negara tersebut, sebanyak 19 perusahaan lokal menampilkan berbagai produk unggulannya.

Produk-produk yang dipamerkan antara lain ventilator, perangkat elektromedikal, alat suntik, hingga alat ukur tekanan darah. “Tujuan keikutsertaan Indonesia pada pameran Arab Health 2024 ini di antaranya adalah promosi investasi, menjelaskan kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia di bidang pengembangan industri alat kesehatan, dan mempromosikan produk alat kesehatan dalam negeri pada pasar internasional,” tandas Taufiek.

Pavilion Indonesia dalam ajang Arab Health 2024 juga sempat disambangi para pejabat Dubai Health Authority (DHA), yang merupakan otoritas kesehatan di wilayah Dubai dan berwenang membawahi berbagai klinik serta rumah sakit internasional.

Special Advisor dari DHA, H.E. Dr. Younis Kazim dan Direktur Jenderal DHA, H.E. Awadh Seghayer Al Ketbi mengapresiasi kemampuan teknologi alat kesehatan dari Indonesia. “Akhirnya kami mengetahui bahwa Indonesia telah mampu memproduksi ventilator secara mandiri. Hal ini menunjukkan perkembangan pesat industri alat kesehatan di Indonesia dan bisa membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” paparnya.

Karenanya, Pemerintah akan terus mendorong industri alkes dalam negeri untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional termasuk Uni Emirates Arab. Negara ini menjadi tujuan ekspor penting mengingat lokasinya yang strategis sebagai hub internasional untuk menembus pasar Afrika hingga Eropa. Adapun jenis alat kesehatan lokal yang dapat didorong untuk ekspor diantaranya hospital furniture, yang telah memenuhi standar ISO dan telah memenuhi persyaratan keamanan mutu dan manfaat internasional.

Foto: Kemenperin