Inggris Minta Tentara Perempuan Makan Lebih Banyak dan Tidur Lebih Lama, Apa Tujuannya?

Tentara perempuan Inggris/Foto : Dok. DailyMail Tentara perempuan Inggris/Foto : Dok. DailyMail

Inggris, GPriority.co.id – Kementerian Pertahanan Inggris mengeluarkan pedoman kesehatan terbaru bagi tentara perempuan yang bertugas atau mengikuti seleksi di satuan tempur elite.

Pedoman tersebut menganjurkan peningkatan asupan kalori, protein, zat besi, vitamin D, serta waktu tidur yang lebih lama agar kemampuan fisik perempuan dapat menyamai tuntutan operasi militer yang selama ini didominasi laki-laki.

Dilansir dari laporan The Guardian pada Senin (13/7), kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Inggris meningkatkan jumlah perempuan di satuan elite seperti Royal Marines dan Parachute Regiment, setelah seluruh posisi tempur resmi dibuka bagi perempuan. Hasil penelitian selama hampir satu dekade terhadap sekitar 22.000 personel perempuan menunjukkan bahwa mereka mampu mencapai peningkatan kekuatan yang setara dengan laki-laki apabila memperoleh dukungan nutrisi, pemulihan, dan perlengkapan yang sesuai.

Pedoman terbaru merekomendasikan tentara perempuan mengonsumsi hingga 3.500 kalori per hari, hampir dua kali lipat dibandingkan panduan sebelumnya. Selain itu, mereka dianjurkan mengonsumsi 30 gram protein berkualitas tinggi setiap hari, serta meningkatkan asupan zat besi dan vitamin D untuk mendukung pembentukan otot dan menjaga kesehatan tubuh.

Selain pola makan, waktu istirahat juga menjadi perhatian utama. Kajian tersebut menemukan bahwa perempuan yang tidur kurang dari enam jam setiap malam memiliki risiko cedera lebih tinggi, lebih mudah sakit, serta berpotensi mengalami gangguan siklus menstruasi. Karena itu, militer Inggris mendorong personel perempuan memperoleh waktu tidur yang cukup sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesiapan tempur.

Fisiolog utama Angkatan Darat Inggris, Dr. Julie Greeves, mengatakan selama ini penelitian mengenai performa fisik militer lebih banyak didasarkan pada data laki-laki.

“Selama ini penelitian mengenai performa fisik didasarkan pada data laki-laki. Kini perempuan di militer dapat merasa bahwa kebutuhan mereka benar-benar diperhatikan berdasarkan bukti ilmiah,” ujar Greeves.

Ia menambahkan bahwa tubuh perempuan memiliki keunggulan biologis yang mulai dipahami lebih baik melalui penelitian.

“Kami menyebutnya sebagai keunggulan estrogen dalam pertahanan,” kata Greeves, merujuk pada kemampuan tubuh perempuan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi saat menjalani operasi berkepanjangan.

Sementara itu, Menteri Urusan Veteran dan Personel Inggris, Calvin Bailey, menegaskan bahwa kesiapan tempur bergantung pada kualitas seluruh personel tanpa terkecuali.

“Kesiapan perang bergantung pada kekuatan, ketangguhan, dan kesiapan seluruh personel. Perempuan selalu mampu memenuhi standar militer yang paling berat, tetapi terlalu sering mereka tidak mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Bailey.

Selain pembaruan nutrisi dan pola tidur, Kementerian Pertahanan Inggris juga mulai menyediakan perlengkapan yang lebih sesuai bagi personel perempuan guna mengurangi risiko cedera dan meningkatkan efektivitas mereka dalam menjalankan tugas militer.