Ingin Tetap Subur? Coba Gaya Hidup Ini Mulai Sekarang!

Pola makan, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga paparan zat tertentu menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria maupun wanita/Foto : Ilustrasi Dok. iStock Pola makan, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga paparan zat tertentu menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria maupun wanita/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Gaya hidup yang dijalani seseorang saat ini ternyata dapat berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan peluang memiliki anak di masa mendatang.

Pola makan, berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, hingga paparan zat tertentu menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kesuburan pria maupun wanita.

Topik tersebut menjadi perhatian dalam laporan WION bertajuk “What your lifestyle today could mean for your fertility tomorrow”. Sejumlah faktor gaya hidup yang dibahas juga sejalan dengan informasi dari National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), yang menyebut nutrisi, berat badan, olahraga, stres, penggunaan zat, serta paparan lingkungan dapat berhubungan dengan fertilitas.

Salah satu faktor yang banyak mendapat perhatian adalah berat badan. Pada pria, obesitas dikaitkan dengan penurunan jumlah dan kualitas sperma.

Sementara pada wanita, berat badan terlalu rendah maupun obesitas dapat mengganggu fungsi reproduksi. Pada perempuan dengan obesitas dan sindrom ovarium polikistik (PCOS), penurunan berat badan juga dapat membantu memperbaiki peluang terjadinya ovulasi dan kehamilan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dapat memberikan dampak terhadap hasil reproduksi pada kelompok tertentu. Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Obesity Reviews menemukan bahwa pada perempuan dengan kelebihan berat badan atau obesitas yang mengalami infertilitas, intervensi yang menggabungkan pola makan dan olahraga meningkatkan peluang kehamilan dibandingkan kelompok kontrol dalam sejumlah uji klinis.

Namun, para peneliti menekankan bahwa sebagian studi masih berskala kecil sehingga diperlukan penelitian yang lebih kuat.

Selain berat badan, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga menjadi perhatian. NICHD menyebut penggunaan tembakau, konsumsi alkohol berat, marijuana, serta sejumlah obat terlarang dapat menurunkan kesuburan pada pria maupun wanita. Aktivitas fisik juga perlu disesuaikan karena olahraga berlebihan dapat memengaruhi ovulasi pada wanita.

Dalam kajian mengenai gaya hidup dan infertilitas, peneliti Kristin L. Rooney dan Alice D. Domar menyebut sejumlah faktor seperti indeks massa tubuh yang terlalu tinggi atau rendah, alkohol, olahraga berat, dan nikotin dapat memberikan dampak buruk terhadap kesuburan.

Meski demikian, faktor gaya hidup bukan satu-satunya penentu kesuburan. Usia, kondisi medis, faktor genetik, gangguan reproduksi, serta paparan lingkungan juga dapat berperan. Karena itu, perubahan pola hidup tidak dapat dianggap sebagai jaminan untuk mencegah infertilitas.

Menjaga berat badan dalam rentang sehat, aktif bergerak, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta menerapkan pola makan seimbang menjadi langkah yang dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan sekaligus kesehatan reproduksi.