Ini Cara Berinternet Sehat

Mamuju Utara,Gpriority-30 September 2021Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” diselenggarakan secara virtual di Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Untuk edisi ini,Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),Siberkreasi dan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara membahas tema “Mari Berbahasa yang Benar dan Beretika di Ruang Digital”

Program kali ini menghadirkan 641 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen Komunikasi Universitas Pejuang Republik Indonesia, Dody Kurniawan; dosen dan Sekum ICMI Muda Jawa Timur, Risky Wulandari; peneliti Resensi Institute, Halimah Isyfahani; serta pemengaruh (influencer) sekaligus Top 10 Puteri Indonesia 2019, Wa Ode Amelia Nadine. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Mismaya Alkhaerat. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Dody Kurniawan sebagai pemateri pembuka tampil membawakan tema “Digital Skill and Online Learning”. Tiga keterampilan dalam kecakapan digital meliputi mahir menggunakan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan mengembangkan keduanya (brainware/developer skill). Untuk mengasahnya, bisa dilakukan dengan perbanyak berjejaring, ikut kursus daring, terlibat project, memiliki sertifikat. “Dalam online learning, kecakapan digital meliputi keterampilan membuat media pembelajaran menarik, memanfaatkan media sosial untuk pendidikan, paham menggunakan peramban, dan menciptakan permainan berbasis pendidikan,” pungkasnya.

Berikutnya, Risky Wulandari menyampaikan materi berjudul “Hate Speech itu Bukan Kita!! Digital Ethics”. Ujaran kebencian bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan/atau masyarakat yang dibedakan dari aspek agama, keyakinan, suku, ras, golongan, warna kulit, gender, maupun orientasi seksual. Ujaran kebencian berisiko pidana. “Tips bijak menghadapi ujaran kebencian: introspeksi diri, jangan direspons, memaafkan, blokir, mute, hapus, serta alihkan perhatian,” terang Risky.

Sebagai pemateri ketiga, Halimah Isyfahani membawakan tema “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Halimah menerangkan tentang netiket, dan membeberkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di media sosial. “Cara menghilangkan spontanitas berkomentar buruk, yaitu berpikir sebelum bertindak. Apakah konten ini benar, dari mana asalnya, dan apa manfaatnya jika berkomentar di konten ini,” ujarnya.

Adapun pemateri terakhir, Wa Ode Amelia Nadine menyampaikan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital: Digital Safety”. Jejak digital adalah potret diri kita. Ada beberapa langkah melindungi diri di dunia digital. “Pertama, mengelola jejak digital di media sosial. Kedua, rutin mengganti kata sandi. Terakhir, membangun reputasi daring yang positif,” terang Nadine.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar, Ahmad Novianto, bertanya pada Nadine. “Bagaimana memberikan pelajaran tata bahasa yang baik dan menyaring tampilan pada media sosial kita, khususnya pengguna orang tua yang tidak begitu paham internet?”.

“Ini termasuk hal yang cukup sulit karena generasi sebelum kita belum tumbuh bersama digital. Maka ketika mengajari orang tua, posisikan kita mengajari anak-anak. Walaupun kadang orang tua terus bertanya, tidak apa-apa, kita jelaskan manfaat dan dampak negatif dunia digital. Terkait melarang orang tua untuk tidak mengakses tautan terlarang, cukup sulit diterapkan karena posisi kita sebagai anak,” jawab Nadine.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan mengakses https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

 

Related posts