Penulis : Haris | Editor : Lina F | Foto : Budpar DKI
Jakarta,GPriority.co.id-Guys tahukah kamu dari manakah penamaan pasar Senen berasal? Dilansir dari laman resmi Budpar DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu, nama Senen diberikan oleh para pedagang pasar yang didominasi etnis Tionghoa usai pasar yang dibangun dikawasan Weltevreden dibuka pada 30 Agustus 1733.
Pasar Senen dibangun oleh seorang arsitek dari Belanda bernama Yustinus Vinck dari lahan milik anggota Dewan Hindia Belanda bernama Cornelis Chastelein. Tujuannya untuk menampung para pedagang Tionghoa.
Usai dibangun, pasar ini hanya dibuka setiap hari senin saja. Itulah yang melatarbelakangi para pedagang Tionghoa menamainya Pasar Senen.
Seiring berjalannya waktu, pasar ini dibuka setiap hari. Masyarakat sekitar pun merasa senang karena mereka bisa berbelanja setiap hari.
Sebagai pasar yang berdiri sangat lama, Senen menyimpan berbagai sejarah mulai dari berkumpulnya para intelektual muda serta para pejuang bawah tanah dari Stovia di tahun 1930-an.
Tahun 1942 hingga 1950-an, kawasan ini dijadikan lokasi favorit para seniman era pujangga baru seperti Sukarno M. Noor, Wim Umboh dan lain sebagainya. Di era 70-90-an Pasar Senen menjadi semakin besar pertumbuhannya mulai dari gedung bioskop hingga pusat penjualan pakaian, bordir dan makanan.
Saat ini Senen sudah menjadi pusat ekonomi dan hiburan terbesar di Jakarta. Jadi tak ada salahnya jika sejarahnya patut diketahui bersama.
