Jakarta, GPriority.co.id – Micropia merupakan museum pertama di dunia yang sepenuhnya didedikasikan bagi mikroba. Museum ini sangat cocok dikunjungi bagi mereka yang memiliki rasa penasaran terhadap dunia kecil yang tak kasat mata.
Museum Micropia memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan Antoni van Leeuwenhoek, orang pertama yang melihat mikroorganisme lewat mikroskop yang dibuatnya sendiri. Lokasinya hanya beberapa kilometer dari Micropia.
Kebanyakan orang menganggap mikroba itu jahat dan membuat sakit. Oleh karenanya, Museum Micropia ingin mengubah stigma tersebut. Museum ini menunjukkan betapa pentingnya mikroba di dalam kehidupan manusia. Baik dari menjaga kesehatan hingga membantu produksi makanan.
Salah satu instalasi yang paling menarik yaitu kiss-o-meter. Instalasi ini dapat menghitung berapa banyak bakteri yang berpindah saat berciuman. Menurut penelitian, berbagi mikroba saat berciuman ternyata bisa bermanfaat untuk tubuh.
Bukan Sekadar Museum Biasa
Micropia bukanlah sekadar museum biasa. Beberapa pamerannya juga menampikan mikroorganisme hidup. Para pengunjungnya dapat melihat sendiri bagaimana mikroba ini tumbuh dan berkembang.
Faktanya, mikroba yang ada di dalam dan di luar tubuh manusia ternyata memiliki berat sekitar 1,5 kg. Mikroba tersebut bertugas menjaga kesehatan kulit, gigi, hingga sistem pencernaan manusia.
Museum Micropia juga menyoroti bagaimana mikrobiologi bisa membantu mengatasi masalah global, seperti menciptakan bio-plastik ramah lingkungan, membersihkan air, hingga memproduksi energi terbarukan.
Salah satu mikroba yang paling menyita perhatian di museum ini adalah tardigrades atau water bears. Makhluk super mungil ini bisa bertahan di kondisi ekstrem, bahkan di luar angkasa.

Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Pinterest
