Iran-Israel Makin Memanas, Menlu Retno Minta Bantuan AS untuk Redakan Konflik Keduanya

Jakarta, GPriority.co.id – Situasi konflik dua negara Timur Tengah, Iran dan Israel dilaporkan makin memanas saat ini. Pihak Iran dengan tegas akan merespons setiap tindakan yang bertentangan dengan kepentingan negara tersebut. Hal ini berkaitan dengan Israel, jika nantinya balik menyerang Iran.

Menjawab hal tersebut, Israel yang diwakili oleh Panglima Angkatan Bersenjatanya, Herzi Halevi, mengatakan bahwa serangan Iran harus ditanggapi oleh Israel.

Sebelumnya, diketahui bahwa Iran meluncurkan serangan drone dan rudal secara besar-besaran ke wilayah Israel pada Sabtu (13/4) lalu. Tindakan ini merupakan balasan atas serangan udara yang lebih dahulu dilakukan oleh Israel pada Senin (1/4) lalu di kompleks Kedutaan Besar Iran di Damaskus, Suriah. Akibatnya, tujuh perwira Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran tewas.

Melihat peristiwa ini, Menlu RI, Retno Marsudi pun mendorong Amerika Serikat untuk membantu meredakan konflik Iran dan Israel. Dalam hal ini, Menlu Retno mengaku telah menghubungi sejumlah mitra menlunya, termasuk Wakil Menlu AS, Kurt M Campbell.

“Kita tahu Amerika Serikat memiliki peran yang sangat besar. Untuk dapat menggunakan pengaruhnya agar deeskalasi terjadi,” ujar Menlu Retno seperti yang dikutip pada laman resmi RRI.

Diakuinya, dari waktu ke waktu selalu ada pihak-pihak yang menilai bahwa Indonesia harus melakukan normalisasi dengan Israel. Namun, Indonesia tidak terpengaruh dengan tekanan-tekanan tersebut.

Menlu Retno dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia tidak ada rencana sedikit pun untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Ia juga memastikan posisi Indonesia tidak berubah dan akan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina.

Begitupun dengan keterangan dari Juru Bicara Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal. Ia menegaskan tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Iqbal menyatakan, posisi dan kedudukan jelas, mendorong dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Foto : Kemlu RI