Irjen Kemendagri Soroti Kenaikan Jumlah Komoditas Daerah, Minta Pemda Lakukan Langkah Pengendalian

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memantau peningkatan harga beberapa komoditas pangan, seperti bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras.

Irjen Kemendagri Tomsi Tohir menyarankan pemerintah daerah (Pemda) untuk mengambil tindakan pengendalian guna mengatasi kenaikan harga tersebut.

Dari hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri pada minggu kedua Januari 2024, tercatat peningkatan harga bawang merah terjadi di 360 kabupaten/kota, sementara kenaikan harga bawang putih terjadi di 326 kabupaten/kota, dan peningkatan harga daging ayam ras terjadi di 212 kabupaten dan kota.

“Kita bisa melihat perbandingannya minggu lalu dan minggu ini. Ternyata minggu ini kenaikan harga bawang putih menjadi 326 kota dan kabupaten, berarti semakin besar, kemudian daging ayam ras menjadi 212 kabupaten dan kota,” kata Tomsi pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (15/1).

Terutama dalam konteks bawang putih, Tomsi Tohir mengajukan permintaan kepada pihak terkait untuk memeriksa secara rinci faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan harga, terutama berkaitan dengan proses impor dan distribusi.

“Bawang putih kita juga kenaikan dari kurang lebih 6 bulan terakhir itu Rp 10 ribu, perlu juga dikaji berkaitan dengan impornya, apakah harga impornya memang naik, atau distribusinya yang kurang baik, atau ada yang mempermainkan harganya,” ucapnya.

Maka dari itu, Tomsi Tohir mengajukan permintaan kepada pihak terkait seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk melaksanakan pendataan dan merumuskan kebijakan sebagai upaya antisipasi dalam mengendalikan harga komoditas tersebut.

“Kalaupun memang terjadi kekurangan dan prediksi kita salah, kita sudah mengantisipasi beberapa waktu sebelumnya, pada 2 bulan sebelumnya. Kalau stok mulai menipis, sehingga harga belum sempat naik, sudah ada keputusan yang kita ambil untuk mengantisipasi itu ke depan. Bukan kita diam dan begitu naik baru menjadi pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Putranto menyatakan bahwa dibandingkan dengan bulan Desember 2023, rata-rata harga bawang putih hingga minggu kedua Januari 2024 mengalami kenaikan sebesar 4,86 persen, dengan rata-rata harga nasional sekitar Rp39.678 per kilogram.

Sementara itu, Pulau Sulawesi mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni meningkat 6,04 persen dibandingkan dengan rata-rata harga pada Desember 2023, dengan rata-rata harga mencapai Rp41.556 per kilogram.

Foto: Puspen Kemendagri