Jakarta, GPriority.co.id – Kesepakatan gencatan senjata Israel dan Palestina menjadi kabar baik bagi dunia.
Sejak awal konflik Israel dan Palestina, kedua negara tersebut terus menjadi sorotan. Begitupun dengan kebijakan dari pemerintahan kedua negara tersebut.
Terbaru, Israel dikabarkan berencana memakai pendapatan pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina (PA), untuk melunasi utang listrik PA kepada Israel Electric Co (IEC).
Diketahui, utang listrik tersebut mencapai hampir 2 miliar Shekel (sekitar Rp8,8 triliun).
Sebelumnya, dana pajak ini tersebut sempat ditahan sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 berlangsung. Hal ini menjadi salah satu pemicu perang di Jalur Gaza.
Diakui oleh Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, jika disahkan, dana tersebut nantinya akan dialihkan untuk mengurangi dampak kredit dan bunga yang memengaruhi warga Israel akibat utang PA.
Langkah tersebut diambil usai tindakan anti-Israel yang termasuk pengakuan sepihak Norwegia atas negara Palestina.
Smotrich, yang diketahui beraliran ultranasionalis, juga menentang pengiriman dana langsung ke PA, yang menurutnya digunakan untuk membayar gaji sektor publik dan mendukung keluarga militan.

Saat ini Otoritas Palestina hanya mampu membayar 50-60% gaji pegawai sektor publik, sementara Israel memotong dana yang dialokasikan untuk pembayaran martir.
Sontak, pernyataan tersebut menimbulkan ketegangan berkelanjutan. Namun saat ini pihak Otoritas Palestina belum memberikan komentar resmi terkait langkah Israel tersebut.
Israel dan Palestina Sepakat Gencatan Senjata

Sebagai informasi, Israel dan Palestina saat ini telah setuju melakukan gencatan senjata, yang dimulai sejak 19 Januari 2025 mendatang.
Dalam perjanjian gencatan senjata, tertera jika pihak Israel dan Palestina sepakat menghentikan kekerasan serta pertukaran sandera dan tahanan.
Hasil kesepakatan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.
Dalam hal ini, Qatar berperan penting sebagai mediator. Kesepakatan gencatan senjata ini, diharapkan sebagai pemantik menuju perdamaian secara permanen antara Israel dan Palestina.
Foto : AFP News
