Israel Serang Palestina Saat Malam Pergantian Tahun Baru

Israel Serang Palestina Saat Malam Pergantian Tahun Baru Israel Serang Palestina Saat Malam Pergantian Tahun Baru

Jakarta, GPriority.co.id – Konflik Timur Tengah Israel-Palestina kembali memanas.

Kali ini Israel dilaporkan menyerang Palestina saat malam pergantian tahun baru.

Serangan Israel di Gaza, Palestin,a pada Hari Tahun Baru menewaskan sedikitnya 28 warga, termasuk anak-anak, dan menyebabkan kehancuran di berbagai wilayah, seperti Jabalia, kamp pengungsi Bureij, dan Khan Younis.

Hujan lebat yang melanda Gaza selama berhari-hari juga memperburuk kondisi tempat penampungan sementara bagi warga yang terlantar.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa empat anak dan seorang wanita termasuk di antara korban tewas, sementara 10 orang lainnya masih hilang dan diyakini berada di bawah reruntuhan.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Basal, menyebut serangan itu sebagai pembantaian yang merenggut nyawa 15 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya di sebuah rumah pengungsi di Jabalia.

Para petugas penyelamat terus mencari korban selamat dari rumah yang telah hancur menjadi puing-puing. Seorang kerabat korban, Jibri Abu Warda, menyatakan bahwa semua korban adalah warga sipil yang tidak bersalah, dengan potongan tubuh anak-anak dan wanita berserakan setelah serangan tersebut.

Kapan Perang Israel dan Hamas Dimulai?

Dilansir dari Al Jazeera, perang antara Israel dan militan Hamas di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang.

Sekitar 100 korban sandera masih ditawan di Gaza, sedikitnya sepertiganya diyakini telah tewas.

Serangan udara dan darat Israel sebagai balasan atas serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 45.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Militer Israel mengklaim serangannya hanya menargetkan militan dan menyalahkan Hamas atas kematian warga sipil karena pejuangnya beroperasi di daerah pemukiman padat. Militer mengatakan telah menewaskan 17.000 militan, tanpa memberikan bukti.

Perang tersebut telah mengakibatkan kerusakan parah di Gaza dan menyebabkan sekitar 90% dari 2,3 juta penduduknya mengungsi.

Mediator Amerika dan Arab telah menghabiskan waktu hampir setahun mencoba menengahi gencatan senjata dan pembebasan sandera, tetapi upaya tersebut berulang kali terhenti karena tuntutan yang bertentangan di kedua belah pihak.

Foto : Al Jazeera