Wali Kota Gorontalo H.Marten A.Taha,SE,Mec,Dev terpilih sebagai salah satu narasumber di ASEAN Mayors Forum, Asean City Leaders Dialogue, Global Convenant of Mayors Southeast (GCoM) National.
Dalam paparannya secara virtual pada Senin (17/1/2021), Marten Taha menjelaskan tentang sinergi Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dengan seluruh stakeholder dalam mengatasi masalah perubahan iklim di Kota Gorontalo yang luasnya 78,59 Kilometer Persegi.
“Komitmen kami di Kota Gorontalo yaitu melakukan penanganan masalah perubahan iklim. Mengingat Kota Gorontalo sebagai Ibu Kota Provinsi Gorontalo ini memiliki suhu 27-35 derajat celcius, memang terkenal dengan suhu yang cukup panas. Oleh karena itu, Pemkot Gorontalo terus berupaya untuk melaksanakan program-program yang dapat mengatasi hal tersebut, ” jelas Marten Taha.
Marten dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai program Pemkot Gorontalo dalam rangka melakukan pengendalian terhadap dampak perubahan iklim di Kota Gorontalo.
“Hal yang kami lakukan yaitu pembangunan infrastruktur, peningkatan pengelolaan air minum atau air bersih, perbaikan atau penyempurnaan sistem drainase, penataan kawasan kumuh, penanganan sanitasi buruh, penanganan longsor dengan membuat tanggul di beberapa titik lokasi yang rawan banjir seperti di Kecamatan Kota Barat dan Kecamatan Hulonthalangi. Dalam mengatasi sampah Pemkot Gorontalo juga membangun Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R serta perbaikan lingkungan dengan membangun ruang terbuka hijau, ” jelas Marten.
Marten menambahkan, “Selain itu Pemkot tetap mempertahankan wilayah atau kawasan pertanian yang ada di Kota Gorontalo. “
Marten juga mengungkapkan mengenai data pengendalian covid 19 di Kota Gorontalo, mengingat pandemi ini juga sangat lekat dengan perubahan iklim. Ia menuturkan saat ini seluruh wilayah yang ada di Kota Gorontalo sudah berada pada posisi zona hijau, dengan cakupan vaksinasi melebihi target tahun 2021, yaitu 85 persen.
“Pandemi covid sudah sangat terkendali di Kota Gorontalo. Kegiatan vaksinasi juga saat ini sudah mencapai 85 persen dan kami akan menargetkan mencapai 100 persen di bulan Februari. Dan inilah yang membuat Kota Gorontalo pada saat ini berada di zona hijau. Terkait mengatasi perubahan iklim, sudah menjadi tugas bersama Pemkot beserta jajaran pemerintahan agar bagaimana dapat mengendalikan perubahan iklim, ” tutupnya.(Hs.Foto. Humas Pemkot Gorontalo)
