Intip Keseruan PFMT 2021, Kaya Akan Budaya

Tahun 2021 ditutup dengan acara Pesona Festival Malabot Tumbe. Festival ini rutin diadakan setiap tanggal 4-8 Desember. Acara dibuka dengan lakukan ritual pengantaran telur Burung Maleo, atau masyarakat menyebutnya Malabot Tumbe. Ritual ini merupakan sebuah tradisi mengantarkan telur Maleo dari masyarakat adat Batui, penjaga Burung Maleo, menuju raja (Tomundo) Banggai dan keluarganya di Banggai laut. Dimulai dari Pelabuhan Bangai menuju Keraton Bangai. Tidak ketinggalan iring-iringan parade perahu hias Adat Batui. Tradisi ini sangat memiliki nilai kebudayaan, sehingga tepat rasanya, bila digunakan sebagai pembukaan acara.

Maleo sendiri, merupakan hewan endemik asli Sulawesi. Terdapat keunikan pada tubuhnya, yaitu terdapat warna merah di perut bawahnya. Burung ini termasuk ke dalam satwa dilindungi  karena populasinya yang langkah. Selain itu, Burung Maleo menjadi binatang sakral di kalangan masyarakat Sulawesi. Mereka percaya, bahwa Maleo adalah burung yang berasal dari surga. Keunikan selanjutnya yaitu, Maleo sudah bisa terbang sesaat menetas dari telurnya. Begitulah asal mula tentang Burung Maleo yang memiliki kaitan dengan tradisi Malabot Tumbe.

PFMT merupakan langkah pemerintah dalam mempromosikan pariwisata. Daerah Sulawesi memiliki banyak potensi yang bisa dijadikan modal utama menarik perhatian wisatawan, mancanegara maupun domestik. Maka dari itu, Pesona Festival Malabot Tumbe jadi kegiatan rutin yang tidak boleh dilewatkan.

Inilah Rangkaian PFMT 2021; Rangkaian acara pembukaan, Penampilan Chitos Ethnic Band, Pembacaan doa, Sambutan Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa. Kemudian dilanjutkan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sekda Prov. Sulteng, Moh. Faizal Mang. Acara berikutnya yaitu sambutan Direktur Event Daerah Kamenparekraf, Reza Fahlevi, sekaligus membuka event. Kemudian persembahan kolosal Malabot Tumbe “Banggai, the Land of Kingdom”, yang dipentaskan siswa/siswi SMP, SMA, SMK, sanggar seni/tari, dan musisi/penyanyi muda Banggai Laut. Lalu pemutaran video promosi pariwisata “Banggai, the land of kingdom”, karya Donal Art Production.

Tidak ketinggalan, keseruan lomba-lomba yang menjadi bagian dari acara. Berbagai lomba diadakan seperti; Lomba Paibubut Boi Tobui Bibilo atau Tarik Tambang Pantai, Lomba Karnaval Tumbe (berkeliling Kota Banggai), Lomba Paket Seni Pertujukan Tradisional, Lomba Mongkolis Potil (lomba mencukur kelapa), Lomba Musik Akustik, Lomba Penerjemahan Bahasa Banggai.(Ega.Foto.Parekraf)