Jadi Pembuat Konten yang Hits dan Berfaedah

Palopo, Gpriority-Ternyata membuat konten tidak bisa sembarangan harus tetap berfaedah meskipun nantinya hits. Lantas bagaimana caranya? Jawabannya ada di Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Palopo, Sulawesi Selatan.

Dengan mengangkat tema “Jadi Pembuat Konten yang Hits dan Berfaedah”,Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pegiat literasi & Co-Founder Alpha Statistika, Dzulkifli Kalla Halang; pemengaruh, Sri Mega Wahyuni Arwin; peneliti & pegiat literasi budaya dan sosial, Badruzzaman; serta dosen literasi digital Prodi Komunikasi UMI, Muhammad Idris. Adapun sebagai moderator adalah Desmona.Sebanyak 539 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan kali ini Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi yang diawali paparan dari Dzukifli dengan tema “Menyambut Generasi Alfa: Peluang dan Tantangan Keterampilan Digital”. Menurut Dzulkifli, generasi alfa punya peluang pendidikan, pekerjaan, dan kesejahteraan tinggi karena ditunjang kemajuan teknologi. Karakteristik yang transformatif dan adaptif juga menjadi nilai lebih generasi ini. Namun, ketergantungan terhadap gawai, kurangnya bersosialisasi, kreativitas, dan kesabaran, serta sikap individualis mereka jadi tantangan tersendiri. “Pendidikan karakter informal, keterampilan softskill, hingga manajemen diri dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan pertumbuhan generasi alfa tersebut,” paparnya.

Berikutnya, Sri menyampaikan materi etika digital berjudul “Belajar Menjadi Kreator Konten di Instagram”. Ia mengatakan, untuk menjadi kreator konten, perlu dipahami apa yang ingin kita lakukan terlebih dahulu. Penting juga untuk selalu mengikuti tren, memanfaatkan segala fitur, dan konsisten serta produktif membuat konten. “Jadilah kreator konten yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan ciri khas yang telah dibangun,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Badruzzaman membawakan tema budaya digital tentang “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital”. Menurut dia, cara pandang yang dilatari pemahaman keragaman budaya akan membuat kita mampu berpikir, bersikap, dan bertindak moderat. “Cara pandang moderat ini menghasilkan semangat penguatan kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi kearifan budaya,” jelasnya.

Adapun M. Idris, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Menganalisis Kasus Perundungan Siber dan Cara Menghentikannya”. Ia mengatakan, perundungan siber dapat dikenali dari beberapa ciri, seperti adanya posisi tak seimbang antara korban dan pelaku, unsur kesengajaan dan niat jahat pelaku, persistensi atau tindakan yang sistematis, dan penyalahgunaan “kekuatan” dalam relasi. Untuk menghentikan perundungan siber, stop dan blokir interaksi dengan pelaku, simpan bukti perundungan, laporkan ke penegak hukum, lalu hubungi tenaga ahli untuk memulihkan kondisi korban.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana meningkatkan kecintaan terhadap budaya nasional. Narasumber menjelaskan bahwa utamanya dengan menginternalisasi budaya kita dalam kehidupan sehari-hari sejak dini dari mulai lingkungan keluarga. Pemerintah hanya bisa ikut berperan lewat dukungan melalui kurikulum pendidikan budaya maupun program-program kebudayaan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts