Jakarta,GPriority.co.id – Catfishing merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang ketika melakukan pemalsuan identitas secara daring. Perilaku ini bertujuan untuk memikat seseorang termasuk ke dalam hubungan romansa.
Orang yang melakukan catfishing biasanya berpura-pura menjadi orang lain dengan menggunakan identitas palsu seperti nama, profil, dan foto. Hanya dengan bermodalkan aplikasi kencan online, pelaku catfishing bisa meraup keuntungan dari hasil menipu tersebut.
Selain itu, kerugian yang ditimbulkan dari perilaku ini tidak hanya soal perasaan, tetapi juga harta benda serta informasi pribadi. Berikut ciri-ciri perilaku catfishing dan cara menghindarinya:
Seseorang yang melakukan Catfishing biasanya memiliki kesehatan mental yang terganggu seperti selalu merasa kurang percaya diri, depresi, tidak nyaman dalam kesendirian, dan pencari perhatian.
Selain masalah mental, pelaku catfishing biasanya juga dilandasi beberapa permasalahan lain seperti memiliki rasa sakit hati yang berlebih sehingga menimbulkan niat untuk balas dendam dan memiliki orientasi seksual tanpa harus mengungkapkan identitas aslinya.
Pelaku catfishing biasanya juga enggan untuk menunjukkan wajah dan mengungkapkan jati dirinya, berlebihan dalam menjelaskan kepribadiannya karena semua itu adalah kebohongan belaka, dan pandai merayu.
Cara untuk menghindari perilaku catfishing adalah dengan cara mengenali ciri-ciri yang sudah disebutkan diatas dan mewaspadai orang baru yang Anda kenal di sosial media. Yang paling utama sebenarnya adalah jangan membagikan terlalu banyak informasi tentang diri Anda karena hal ini bisa digunakan pelaku untuk memeras Anda.
Biasanya pelaku menunjukkan beberapa perilaku aneh yang mencurigakan seperti selalu menghindar jika diajak untuk bertemu secara langsung atau berkomunikasi melalui videocall. Dan komunikasi yang dilakukan pun biasanya hanya dari satu platform media sosial saja. (Hn.Foto.Istimewa)
