Jakarta, GPriority.co.id -Saat ini hustle culture atau dalam bahasa Indonesianya lebih dikenal bekerja terlalu keras dan mendorong diri sendiri untuk melampaui batas kemampuan menjadi gaya hidup. Dengan kata lain, tiada hari tanpa bekerja, hingga tak ada lagi waktu untuk kehidupan pribadi. Budaya gila kerja inilah yang telah menjadi standar bagi sebagian orang untuk mengukur hal-hal seperti produktivitas dan kinerja.
Pada dasarnya, bekerja keras merupakan hal positif, akan tetapi ketika seseorang terlalu mementingkan pekerjaannya hingga tak pernah beristirahat, saat itulah akan timbul masalah.
Kebiasaan ini tak baik bagi kesehatan baik fisik maupun mental. Pekerja yang menganut hustle culture cenderung mengabdikan diri hanya untuk bekerja, jarang beristirahat, kurang tidur, dan seringkali memotivasi diri sendiri untuk terus mengabaikan rasa sakit dengan tetap bekerja.
Orang yang terjebak dalam hustle culture seringkali tidak menyadari hal ini karena budaya tersebut telah tertanam dan menjadi hal yang biasa dilakukan sehari-hari.
Akibatnya mereka tidak dapat lagi mengenali respons negatif tubuh yang menginginkan istirahat saat diperlukan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat berbahaya bagi tubuh.
Solusi Mengatasi Hustle Culture
Agar tren hustle culture tidak sampai memberi dampak buruk bagimu, berikut ini adalah beberapa tips atau cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi hustle culture.
1. Kamu harus sadar terhadap keadaan. Saat kamu mulai merasa terlalu lama bekerja dan tubuhmu mulai memberikan respons negatif seperti kelelahan, kamu harus segera sadar dan beristirahat. Batasan dan kemampuan orang berbeda-beda. Oleh karena itu, kamu harus memahami dan menetapkan batasan untuk dirimu sendiri.
2. Buatlah jadwal perencanaan dengan baik agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan dan deadline. Jangan lupa jadwalkan istirahat atau bahkan liburan di sela-sela kesibukanmu. Dengan perencanaan yang efektif, kamu akan menjadi lebih produktif dan terhindar dari kelelahan.
3. Kamu juga sebaiknya berhenti membanding-bandingkan pencapaianmu dengan orang lain. Mudah bagi kita untuk merasa inferior, merasa terus kurang, dan jadi berpikir harus bekerja lebih agar bisa seperti mereka. Akan tetapi, setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, kemampuan yang berbeda, dan tujuan yang berbeda. Kamu adalah bintang utama dalam film hidupmu sendiri, bukan orang lain. Jadi, tidak ada faedahnya membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.
Itulah tips yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari hustle culture dan menerapkan gaya kerja yang sehat. Memang tidak ada yang salah dengan bekerja keras, melakukan pekerjaan sebaik mungkin akan memberikan peluang keberhasilan yang lebih tinggi. (srw.foto:istimewa)
