Jawab Kabar Soal Undur Diri, Menlu Retno Akui Kabinet Indonesia Maju Masih Solid

Jakarta, GPriority.co.id – Ditengah kabar burung soal mundurnya para Menteri dari Kabinet Indonesia Maju, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menegaskan bahwa para menteri di kabinet tersebut, masih sangat solid satu sama lain.

Selain itu, Menlu Retno juga mengaku bahwa intensitasnya bekerja masih sangat banyak, sehingga ia enggan menjawab berbagai pertanyaan dari awak media mengenai kabar mundurnya.

“Percaya ngga? Sekarang aku tanya, percaya ngga dengan intensitas saya bekerja seperti ini, percaya ngga?” tanya Menlu Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyatakan bahwa dirinya masih sangat berkomitmen untuk bekerja sebagai seorang menteri. Bahkan ia memastikan bahwa kabinet dalam kondisi baik.

“Baik-baik saja. Kabinet baik-baik saja,” ungkapnya.

Berdasarkan penuturannya, Menlu Retno mengatakan bahwa kondisi kabinet masih sangat solid. Ia pun mengakui bahwa masih berkomunikasi dengan menteri-menteri lainnya secara intens.

Namun, Menlu Retno juga tidak memberikan bantahan terkait kondisi kabinet yang dikabarkan merenggang. Ia hanya tersenyum sembari mengatakan bahwa kabinet dalam kondisi baik.

“Solid. Saya berkomunikasi baik dengan semuanya, oke,” ujar Menlu.

Sebelumnya, tersiar kabar mengenai beberapa menteri pada Kabinet Indonesia Maju, yang dikabarkan akan mundur dari jabatannya.

Seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Ada juga Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Alasan mundur tersebut, dikabarkan karena jajaran menteri itu menolak dukungan terhadap ‘dinasti politik Jokowi’.

Bahkan isu mundurnya Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sudah berhembus sampai ke taraf Internasional.

Sebelumnya, Menkopolhukam, Mahfud MD, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya. Untuk sementara, posisi yang ditinggalkan tersebut diisi oleh Mendagri Tito Karnavian.

Lalu, apa dampaknya jika seorang menteri memutuskan untuk memundurkan diri? Ternyata, dampaknya adalah dapat membuat optimalisasi pelayanan publik menjadi ikut menurun. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI), Trubus Rahadiansyah.

Trubus menilai, peran Dirjen sebagai bawahan menteri, juga tak bisa memutus suatu kebijakan lantaran bukan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk dalam memutuskan anggaran. Sehingga Dirjen tidak dapat secara optimal menggantikan posisi menteri.

Foto : Kemenlu RI