Jelang Bulan Ramadan, Ini Amalan untuk Tingkatkan Pahala

Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa dan sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia.

Pada tahun ini, 1 Ramadan 1442 H jatuh pada tanggal 13 April 2021, namun hal tersebut biasanya akan diumumkan oleh Kementerian Agama melalui sidang isbat pada malam menjelang bulan puasa. Di bulan ini umat islam diwajibkan menunaikan puasa sebulan penuh dan pahala amal ibadah dilipatgandakan.

Maka dari itu banyak umat muslim yang berlomba-lomba dalam kebaikan, menghindari godaan setan yang dapat menggoyahkan iman dan niat dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Berikut ini beberapa amalan yang bisa kita lakukan di bulan Ramadan, diantaranya:

1. Shalat Tarawih dan Shalat Malam Lainnya
Shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang dilakukan pada malam bulan Ramadan, dan dapat dilakukan berjamaah di masjid ataupun secara munfarid dilakukan di rumah. Shalat tarawih memiliki hukum sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan. Amalan ini memiliki ganjaran besar bagi siapapun yang melaksanakannya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang salat malam pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759)

2. Sahur
Amalan pada bulan Ramadan yang selanjutnya adalah melaksanakan sahur, hal tersebut sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasullah SAW. Dari Anas bin Malik r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.” (HR Al-Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095).

Rasulullah SAW juga bersabda: “Makan sahur adalah berkah, maka janganlah kalian meninggalkannya, walau kalian hanya meminum seteguk air, karena Allah ‘Azza wa Jalla dan para malaikat mendoakan orang yang makan sahur. (HR. Ahmad dari Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu).

3. Menyegerakan Berbuka Puasa
Menyegerakan berbuka berarti membatalkan puasa atau berbuka begitu adzan magrib berkumandang. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Nabi Muhammad SAW saat berbuka puasa menyukai ruthob (kurma basah) karena sangat enak dinikmati. Namun, berbuka dengan kurma tidak menjadi kewajiban. Pengganti kurma adalah memakan makanan manis. Jika masih tidak ada, maka berbukalah dengan seteguk air.

4. Perbanyak I’tikaf
Menghabiskan waktu selama menjalankan ibadah puasa dengan berdiam diri di Masjid dan memperbanyak doa dan ibadah, tak hanya membantu meningkatkan keimanan tapi juga menjauhkan kita dari perbuatan yang tak baik.

Dari Ummul Muknimin ‘Aisyah r.a : “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan sampai beliau diwafatkan Allah, kemudian istri-istrinya pun iktikaf setelah itu”. (HR. Bukhari, No. 2026, Muslim No. 1171, Abu Daud No. 2462. Ahmad No. 24613, dan lainnya).

5. Tadarus Al-Qur’an dan Mengkhatamkannya.
Tadarus Al-Quran adalah hal yang sangat utama dilakukan pada saat bulan Ramadan. Hubungan Al-Quran dengan Bulan Ramadlan juga sangat erat kaitannya, karena dibulan itulah Al-Qur’an diturunkan. Dengan mengaji selama Bulan Ramadlan, kita tak hanya bisa mendapatkan berkah tetapi juga mampu meningkatkan ketaqwaan dan iman untuk menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadlan.

Ibnu Abbas r.a menceritakan: “Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadlan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H.R. Bukhari No. 3220)

6. Sedekah
Seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, bersedekah merupakan suatu hal harus dilakukan tak hanya di bulan Ramadlan saja, namun bulan-bulan lain juga dianjurkan untuk melaksanakannya.

Ibnu Abbas r.a, menceritakan: “Nabi Muhammad SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin menjadi-jadi saat Ramadlan apalagi ketika Jibril menemuinya. Dan, Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadlan dia bertadarus Al Quran bersamanya. Maka, Rasulullah benar-benar sangat dermawan dengan kebaikan laksana angin yang berhembus. (HR. Bukhari No. 3220).

7. Memberi Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa.
Memberi makan kepada orang yang berbuka puasa juga merupakan bentuk dari sedekah, dan menurut hadist ganjarannya yaitu mendapatkan pahala yang sama dari orang tersebut tanpa dikurangi.

Dari Zaid bin Khalid Al Juhani r.a, bahwa Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu. (HR. At Tirmidzi No. 807, Ahmad No. 21676, An Nasai dalam As Sunan Al Kubra No. 3332, Al Baihaqi dalam Syuabul Iman No. 3952).

8. Memperbanyak Doa
Memperbanyak berdoa di bulan Ramadlan menjadi amalan yang dapat dilakukan, dan doa mereka tidak akan ditolak. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah bersabda: “Ada tiga manusia yang doa mereka tidak akan ditolak: (1) Doa orang yang berpuasa sampai dia berbuka (2). Pemimpin yang adil (3) Doa orang teraniaya”. (HR. At Tirmidzi No. 2526, 3598, Ibnu Hibban No. 7387. ishahihkan oleh Imam Al Baihaqi).

9. Umrah bagi yang Mampu
Ibadah Umrah ketika bulan Ramadlan adalah sebanding pahalanya seperti haji bersama dengan Rasulullah SAW. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah berkata kepada seorang wanita Anshar bernama Ummu Sinan: “Sesungguhnya umrah ketika bulan Ramadlan sama dengan menunaikan haji atau haji bersamaku.” (HR. Bukhari No. 1863, Muslim No. 1256).

10. Taubat
Pintu pengampunan selama bulan Ramadan selalu terbuka lebar. Berdoa kepada Allah SWT, meminta pengampunan dari dosa-dosa yang disegaja maupun yang tidak disengaja. Itulah sebabnya banyak orang yang bertaubat, dan kembali ke fitrah di Bulan Ramadan.

Related posts