Jokowi: TEI 37 Diharapkan Jadi Jalan Keluar dari Bayang-bayang Inflasi

BSD,GPriority.co.id-Meski perekonomian Indonesia tumbuh 5,44 persen di kuartal II, bayang-bayang inflasi tetap menghantui.

“Agustus 2022 inflasi masih bisa dikendalikan pada angka 4,6 persen. Tapi karena kenaikan BBM kemarin, inflasi naik sedikit di angka 5,9 persen. Ini yang harus diperhatikan dan dicermati oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk kepala daerah,” ucap Presiden Joko Widodo saat membuka acara TEI 2022.

Jokowi dalam sambutannya juga mengatakan, Kristalina Managing Director-nya IMF menjelaskan kepada dirinya sudah ada 16 negara menjadi pasiennya IMF. 28 negara ngantri di depan pintu IMF. “Enggak bisa lagi kita hanya kerja makro saja, bisa luput, bisa meleset. Tidak mungkin hanya makro dan mikro, harus kerja lebih detail lagi. Kalau negara-negara lain misalnya mengatasi inflasi yang bergerak hanya bank sentralnya dengan menaikkan suku bunga, interest rate-nya dinaikkan, di Indonesia tidak hanya itu. Sumber inflasinya, di pasar itu yang juga diselesaikan,” jelas Jokowi.

Dengan apa? Sebulan yang lalu Jokowi sudah memberikan perintah kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk ikut memakai APBD, menutup dari APBD ongkos transportasi dari produsen ke pasar, dari produsen ke konsumen. Dua-duanya bergerak bersama-sama, otoritas moneter bergerak, otoritas fiskal bergerak, kemudian daerah juga bergerak. “Tanya nanti Bapak, Ibu sekalian kepada gubernur, kepada bupati, dan wali kota apa yang sudah dilakukan dalam mengatasi inflasi. Dan saya cek satu per satu sekarang dan saya umumkan provinsi ini inflasinya masih 8, inflasinya masih 7, sudah 3, sudah 4, kita buka sekarang karena memang situasinya membutuhkan kerja-kerja seperti itu,” tutur Jokowi.

Jokowi juga bersyukur Kementerian Perdagangan bisa kembali mengelar TEI ke-37 secara offline. Karena bisa menjadi jalan keluar Indonesia keluar dari inflasi.” Dilihat dari peserta dan konsumen yang hadir, saya yakin neraca dagang kita bisa surplus 5,7 (persen), kredit tumbuh 10,7 persen, Indeks Kepercayaan Konsumen di angka 124,7 persen,” jelas Jokowi.

Jokowi juga yakin target transaksi US$10 miliar atau sekitar Rp154,8 triliun (asumsi kurs Rp15.480) di TEI 2022 seperti diutarakan Zulkifli Hasan bisa dipenuhi. “Melihat jumlah pengunjung yang datang di hari pertama, saya yakin target tersebut terpenuhi. Dan TEI 2022 bisa mengangkat Indonesia dari inflasi.(Hs.Foto. Humas Kemendag)