Jokowi:Hati-Hati Mengkaji Pelonggaran PSBB

Jakarta,gpriority-“Jangan tergesa-gesa untuk memberikan kelonggaran di saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), “ ucap Jokowi kepada jajarannya saat rapat terbatas secara virtual terkait evaluasi mengenai pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan physical distancing (jaga jarak) beserta protokol kesehatan di sejumlah daerah.

Jokowi menegaskan bahwa kajian-kajian yang dilakukan untuk memberikan kelonggaran PSBB harus didasari dengan perhitungan cermat dan data-data di lapangan yang mendukung pengambilan keputusan tersebut.

PSBB yang dilaksanakan oleh sejumlah daerah diakui oleh Jokowi mampu memberikan hasil dan efektivitas yang bervariasi.  Seperti terdapat daerah yang mengalami penurunan kasus positif Covid-19 secara gradual, konsisten, namun tidak drastis. Ada juga daerah yang mengalami penurunan kasus namun masih mengalami fluktuasi dan belum konsisten. Selain itu, ada pula daerah yang menerapkan PSBB namun berdasarkan jumlah kasus positif yang ada tidak terpaut jauh dari sebelum pelaksanaan PSBB.

“ Data-data yang ada juga mengungkap bahwa dari 10 provinsi dengan kasus positif terbanyak, hanya terdapat 3 provinsi yang melaksanakan PSBB, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Sedangkan sisanya tidak menerapkan PSBB. Maka itu, diperlukan pula evaluasi terhadap provinsi, kabupaten, dan kota yang tidak melakukan PSBB dan menjalankan kebijakan jaga jarak serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.Ini harus dibandingkan yang PSBB maupun yang non-PSBB karena memang ada inovasi-inovasi di lapangan dengan menerapkan model kebijakan pembatasan kegiatan di masyarakat yang disesuaikan dengan konteks di daerah masing-masing,” jelas Jokowi.

Terkait kasus Covid-19 di Pulau Jawa, Jokowi  meminta kepada tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk benar-benar memastikan upaya pengendalian Covid-19 di lima provinsi (selain DKI Jakarta) di Pulau Jawa  apakah berjalan dengan efektif atau tidak.

“ Sebab, sebanyak 70 persen kasus positif Covid-19 dan 82 persen angka kematian tertinggi terdapat di Pulau Jawa,” ucap Jokowi.(Hs.Foto.Dok. BPMI Setpres/Rusman)

 

Related posts