Kendari, GPriority.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Ridwan Badallah menyebut anggaran pengelolaan informasi melalui media sosial maupun website tak sedikit.
Menurut Badallah, hal ini terjadi karena semakin masifnya teknologi infomasi yang beredar. Namun, kata Badallah tantangan ini bisa teratasi asal ada kemauan, keterampilan, kerja keras serta kompetensi.
“Namun dengan anggaran minim pengelolaan informasi pemerintah berjalan dengan baik dan berhasil bahkan mendapatkan beberapa penghargaan di tingkat nasional,” ujar Badallah saat mengisi materi dalam “Workshop Pengelolaan Media Sosial/ Website” bagi instansi pemerintah lingkup Pemprov. Sultra yang dilaksanakan di PlazaInn Hotel (29/7).
Dalam bersosial media, Badallah mengatakan, penggunaan alat komunikasi menjadi mainset yang sudah terprogram dalam diri untuk melakukan kebiasaan tersebut.
Disamping itu, Badallah menyampaikan bahwa domain OPD yang telah dibangun oleh Diskominfo Sultra berjumlah 23 OPD dan telah memiliki hosting sultraprov.go.id yang ditampung server yang berada di Diskominfo Sultra.
Dia menegaskan, agar penyediaan website pada OPD, tidak perlu lagi membeli pada penyedia hosting. Pihaknya telah menyediakan untuk semua OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Badallah mengimbau, agar OPD mengusulkan untuk mendapatkan hosting dan domain, kemudian Diskominfo Sultra menyediakan dan memberikan bimtek singkat kepada administrator dari OPD bersangkutan.
“Hal ini untuk memangkas anggaran belanja pembangunan website disetiap OPD yang sebelumnya setiap OPD membangun sendiri website dengan memerlukan biaya ratusan juta,” tuturnya.
Selain media sosial/website, penerapan SPBE juga prioritas. Menurutnya, SPBE adalah sistim untuk mempermudah, mempercepat dan memotong kebijakan yang berbelit-belit menjadi lebih sederhana. SPBE juga adalah sistim yang memberikan layanan yang cepat dan terkontrol dalam penggunaannya.
Kemudian, pembangunan tower untuk mengatasi blankspot di beberapa daerah di Sulawesi Tenggara tak kalah penting. Saat ini, kata dia, pihaknya telah melakukan pembangunan tower untuk memaksimalkan penggunaan internet di wilayah-wilayah blankspot tersebut.
Foto: Pemprov Sultra
