Kasmidi Bulang: Jangan Pandang Kutim Sebelah Mata

Kutim, GPriority.co.id – Sejenak menengok kebelakang sejarah terbentuknya Kabupaten Kutai Timur. Kutai Timur merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai yang di bentuk berdasarkan UU. 47 Tahun 1999, tentang pemekaran wilayah Provinsi. Oleh Mendagri yang menjabat kala itu Gamawan Fauzi, Kutim diresmikan sebagai kabupaten pada tanggal 12 Oktober 1999.

“Sejak pembentukannya, Kutim baru memiliki 4 orang bupati dan 4 PJ Bupati. Pertama kali adalah Awang Faroek Ishak sebagai bupati dengan wakilnya Mahyudin. Pada saat Awang Farouk mundur dari jabatan bupati waktu mencalonkan diri menjadi Gubernur Kalimantan Timur, ia digantikan oleh Mahyudin pada 2003. Kemudian pada Pilkada Bupati Kutai Timur, Awang Faroek terpilih kembali menjadi bupati periode 2006-2008. Isran Noor 2009-2011, 2011-2015, Plt Bupati Ardiansyah Sulaiman 2015-2016, Ismunandar 2016-2020, Plt Bupati Kasmidi Bulang 2020 dan 2021, Plt Bupati H.Moh. Jauhar Effendi M.Si. 2020 dan Ardiansyah Sulaiman 2021-2026,” ucap Seskab Rizali Hadi saat membacakan sejarah singkat Kutim di HUT ke-23 yang berlangsung di halaman kantor bupati, Rabu (12/12/2022)

Gubernur Kaltim Isran Noor yang hadir menjadi inspektur upacara HUT Kutim mengatakan, momentum usia ke-23 Kutim kali ini, masyarakat harus terus saling bersinergi dan bersatu. Serta menjaga semangat menjaga kerukunan antar sesama dan bergotong royong dalam melaksanakan pembangunan.

Isran yang pernah menjabat Bupati Kutim dua periode (2009 dan 2011) meminta kepada Pemkab Kutim untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas sehingga daya beli masyarakat meningkat. ” Jangan sampai Kutim mengalami inflasi. Sejauh ini Kutim belum mengalami inflasi. Mari jaga momen yang sudah bagus ini dengan terus berinovasi,” ucapnya.

Begitu pula dengan sektor UMKM, pariwisata dan pendidikan harus terus ditingkatkan. Isran Noor juga meminta agar Kutim terus meningkatkan swasembada pangan sehingga bisa kembali menjadi lumbung pangan bagi Ibu Kota Negara Baru (IKN) Penajam Paser Utara.

Mengakhiri sambutannya, Isran Noor meminta Kutim tidak melupakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di berbagai bidang, tanpa meninggalkan ajaran serta amalan yang mengandung nilai-nilai keagamaan. Agar tercipta insan yang beriman bertakwa pribadi yang santun dan berahlak mulia serta daerah yang aman dan damai.

Wabub H. Kasmidi Bulang, S.T., M.M. yang diwawancarai Gpriority.co.id di lokasi acara mengatakan, tidak terasa Kutim di usia yang ke-23 sudah menjadi luar biasa. “Dibandingkan dengan Kabupaten/Kota yang sudah berusia tua kita tidak ketinggalan, karena motor penggeraknya bisa bekerja secara maksimal,”ucap Wabub Kasmidi Bulang.

Kasmidi juga mengatakan Kutim saat ini tidak bisa dianggap sebelah mata oleh daerah lainnya karena sering dijadikan pilot project bagi daerah lainnya maupun Kementerian/lembaga dan swasta. Kasmidi memberikan satu contoh Kelompok Tani (Poktan) Abadi Jaya di Kongbeng Kutai Timur. Oleh Kemkominfo, Poktan Abadi menjadi salah satu pilot project Petani Digital 4.0 dalam rangka pemanfaatan teknologi digital untuk kesejahteraan petani. Kutim juga dijadikan pilot project Korean International Cooperation Agency (KOICA) mengenai pendidikan di sekolah dasar.

Kasmidi juga menjelaskan mengenai potensi alam yang ada di Kutim seperti pohon Ulin yang bisa dijadikan kerajinan tangan, nikel dan lain sebagainya.

Menutup perbincangan, Kasmidi berharap kepada generasi muda untuk terus bergerak, berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Kutim. “Anak muda sumber tenaga dan intelektual sehingga bisa menjadi motor penggerak Kutim untuk ke arah yang lebih maju lagi, “tutupnya.(Hs.Foto.Adi)