Kasus Ledakan di SMAN 72, DPR: Alarm Psikologi Siswa Tak Boleh Diabaikan

SMA Negeri 72 Jakarta/Foto Fifi Abdurahman SMA Negeri 72 Jakarta/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menilai kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, di mana pelakunya diduga merupakan korban perundungan (bullying) dan berasal dari keluarga tidak harmonis, menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. 

Ia menegaskan, persoalan psikologis dan sosial siswa tidak boleh diabaikan.

Karena itu, Habib Syarief meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta pihak sekolah memperkuat upaya pencegahan perundungan.

“Kita tidak boleh menyepelekan kasus bullying di sekolah. Dampaknya sangat serius bagi korban, bisa berujung pada tindakan ekstrem seperti yang baru saja terjadi. Sekolah dan Kemendikdasmen harus tegas mencegah dan menindak perundungan agar tidak ada lagi korban,” ujar Habib Syarief dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/11).

Legislator dari Dapil Jawa Barat I itu juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan edukasi dan pembinaan karakter di rumah.

“Orang tua harus aktif memberikan pemahaman kepada anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak tumbuh tanpa empati terhadap sesamanya. Pencegahan bullying bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga keluarga,” tegasnya.

Politisi PKB tersebut berharap Kemendikdasmen segera mengevaluasi sistem pembinaan karakter dan layanan konseling di sekolah agar siswa memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi.

“Kita ingin sekolah menjadi tempat yang aman, inklusif, dan mendidik. Jangan sampai lingkungan pendidikan justru melahirkan tekanan mental bagi peserta didik,” pungkas Habib Syarief.

Sebagai informasi, terjadi  ledakan  di SMAN 72 Jakarta pada Jumat siang (7/11). 

Pertemuan yang terjadi di dalam masjid sekolah sekitar pukul 12.15 WIB tersebut mengakibatkan sekitar 96 orang menjadi korban.

Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Rumah Sakit Yarsi, dan Rumah Sakit Pertamina.

Adapun ledakan pelaku merupakan seorang siswa SMAN 72 Jakarta. Terduga pelaku termasuk dalam korban luka berat dan telah menjalani operasi akibat luka yang dialaminya.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga merupakan korban perundungan (bullying). Namun, informasi tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.