Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akan menyerahkan pengelolaan Bandar Udara Ujoh Bilang kepada Kementerian Perhubungan guna mempercepat proses operasional bandara tersebut.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, usai melakukan audiensi ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta pada Rabu (15/4).
“Hasil pertemuan kita membuahkan hasil yang saya bisa bilang manis karena untuk pengelolaan Bandar Udara Ujo Bilang, Mahakam Ulu akan kita serahkan pengelolaannya ke Kementerian Perhubungan sehingga bisa berjalan lebih cepat dari seharusnya,” ujar Angela ditemui usai audiensi di Kantor Kemenhub, Jakarta pada Rabu (15/4).
Angela mengatakan bahwa proses pembangunan terus dikebut hingga saat ini. Ia menjelaskan bahwa percepatan juga dilakukan pada proses sertifikasi bandara seperti Register Bandar Udara (RBU) dan Sertifikat Bandar Udara (SBU) yang akan dilakukan mulai Juni mendatang.
“Jadi Pak Dirjen memberikan instruksi untuk percepatan untuk RBU, SBU, semua sertifikasinya akan dilakukan mulai Juni nanti setelah selesai pagar sisi darat yang sedang kita proses,” tuturnya.
Angela menuturkan, pembangunan bandara tersebut sejak awal hingga saat ini sepenuhnya menggunakan anggaran APBD Mahulu.
Namun, karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, kata dia, menjadi alasan utama penyerahan pengelolaan kepada pemerintah pusat.
“Dari kondisi keuangan kita yang tidak memungkinkan untuk mengelola Bandar Udara. Karena biaya operasional untuk mengelola Bandar Udara cukup besar dan kita ingin fokus pembangunan di daerah kita, di infrastruktur kita. Jadi anggaran yang ada bisa kita kelola ke infrastruktur,” lanjut Angela.
Lebih lanjut, ia menargetkan operasional bandara dapat berjalan pada November mendatang.
Untuk tahap awal, bandara tersebut akan melayani pesawat berukuran kecil dengan panjang landasan pacu yang masih terbatas.
“Untuk awal ini karena kita mempunyai runway 750 meter, maka pesawat yang akan masuk nanti adalah Smart Caravan. Jadi kita akan step by step, kita juga bermohon kepada Dirjen, nantinya kita ingin runway kita diperpanjang hingga bisa masuk ke ATR,” ujarnya.
Lebih lanjut, Angela menekankan bahwa kehadiran bandara ini menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Mahulu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Disamping itu, ia juga menyoroti pentingnya bandara dalam mendukung distribusi bantuan saat kondisi darurat.
“Walaupun sekarang memang sedang dikerjakan dari Kubar ke Mahakamulu, jalan darat, tapi kita juga menginginkan adanya bandara yang membuat akses kita lebih gampang pada saat ada kebencanaan di Mahakamulu pun, bantuan-bantuan dari pusat ataupun provinsi lebih gampang untuk didistribusikan,” ucapnya.
