Jakarta, GPriority.co.id – Tokoh teknologi dunia, Elon Musk, kembali mencetak sejarah. Setelah debut spektakuler saham SpaceX di bursa Nasdaq, Musk resmi menjadi manusia pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun atau sekitar Rp16.000 triliun.
Pencapaian tersebut terjadi setelah penawaran saham perdana (IPO) SpaceX mencatat rekor sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal global.
Pada hari pertama perdagangan, saham SpaceX dibuka di level US$150 per lembar dan langsung melonjak signifikan. Kenaikan harga tersebut mendorong valuasi perusahaan menembus US$2 triliun, menjadikan SpaceX salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.
Dampaknya, kekayaan pribadi Elon Musk melonjak hingga sekitar US$1,1 triliun berdasarkan perhitungan berbagai lembaga keuangan internasional.
IPO SpaceX sendiri berhasil menghimpun dana sekitar US$75 miliar, sekaligus menjadi penawaran saham perdana terbesar yang pernah tercatat di Amerika Serikat.
Sebelum melantai di bursa, perusahaan tersebut telah menarik perhatian investor global berkat dominasi bisnis peluncuran roket, layanan internet satelit Starlink, serta ekspansi ke sektor kecerdasan buatan.
Dalam pidatonya saat peresmian perdagangan saham, Elon Musk mengenang perjalanan panjang perusahaan yang ia dirikan lebih dari dua dekade lalu.
āSulit dipercaya bahwa perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini melantai di bursa melalui IPO terbesar yang pernah ada,ā kata Musk dikutip dari The Guardian.
Musk juga kembali menegaskan visi besar SpaceX yang selama ini menjadi fondasi pengembangan perusahaan.
āMisi kami adalah menjadikan umat manusia sebagai spesies multiplanet dan mengubah fiksi ilmiah menjadi kenyataan,ā ujarnya.
Perjalanan Elon Musk menuju status triliuner tidak terjadi dalam semalam. Kekayaannya dibangun melalui berbagai perusahaan teknologi besar, mulai dari PayPal, Tesla, SpaceX, hingga berbagai proyek kecerdasan buatan dan teknologi masa depan.
Namun, mayoritas lonjakan kekayaannya saat ini berasal dari kepemilikan saham SpaceX yang mencapai lebih dari 80 persen.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa valuasi SpaceX yang sangat tinggi juga memunculkan perdebatan mengenai kesenjangan kekayaan global dan potensi volatilitas pasar.
Di sisi lain, keberhasilan IPO ini dinilai menjadi tonggak baru bagi industri teknologi dan antariksa dunia.
Dengan pencapaian tersebut, Elon Musk tidak hanya mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai triliuner pertama yang pernah ada.
