Kelewatan! Israel Larang Masjid Di Palestina untuk Azan dan Salat Maghrib Berjamaah

Jakarta, GPriority.co.id – Ditengah ketegangan konflik yang terjadi, Israel dikabarkan kembali menjadi-jadi, usai memberikan kebijakan pelarangan azan dan salat maghrib berjamaah di masjid wilayah Palestina.

Pada Jumat (17/5) kemarin, ketegangan kembali terjadi di Tepi Barat setelah pasukan Israel menyerbu Masjid Ibrahimi di Kota Hebron dan melarang pelaksanaan azan serta ibadah sholat Magrib di masjid tersebut. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warga Palestina dan pihak otoritas setempat.

Dikutip dari Anadolu, Direktur Departemen Wakaf di Hebron, Ghassan al-Rajabi, mengatakan bahwa tentara Israel memaksa pegawai Departemen Wakaf untuk keluar dari masjid dan melarang mereka melaksanakan sholat Mahgrib.

Aksi ini dilakukan terkait dengan kunjungan salah satu pejabat senior Israel yang sedang berlangsung di Masjid Ibrahimi.

Masjid Ibrahimi merupakan tempat suci bagi umat Muslim dan Yahudi, telah menjadi sumber konflik berkelanjutan sejak pembantaian terhadap 29 jemaah Palestina pada tahun 1994 oleh pemukim ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein. Sejak saat itu, otoritas Israel telah memisahkan kompleks masjid antara jemaah Muslim dan Yahudi.

Tindakan Israel untuk melarang ibadah di masjid ini semakin menambah ketegangan di kawasan konflik. Palestina dan komunitas internasional telah lama mengecam tindakan Israel yang membatasi akses umat Muslim ke masjid suci tersebut.

Sebelumnya di bulan Juli 2017, Masjid Ibrahimi dan Kota Tua Hebron diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, yang menegaskan status pentingnya secara historis dan religius.

Meskipun demikian, pemukim Yahudi terus berusaha untuk memperluas keberadaan mereka di kota ini, dan meningkatkan ketegangan dengan komunitas Palestina yang mayoritas Muslim.

Hebron dihuni oleh sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim ilegal Yahudi. Pemukim Yahudi tinggal di serangkaian daerah kantong khusus yang dijaga ketat oleh pasukan Israel, menyebabkan ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.

Foto : Al Jazeera