Kembangkan Kawasan Kedelai, Lampung Dapat Bantuan Pemerintah Pusat

Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Diskominfotik Lampung

Tanggamus, Gpriority.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengembangkan Kawasan kedelai. Salah satunya di Gapoktan Umbul solo sebagai langkah untuk mencapai target peningkatan produksi kedelai. Kabupaten Tanggamus sendiri mendapatkan alokasi kegiatan pengembangan kedelai seluas 190 hektar yang tersebar di 10 kecamatan.

Dalam kegiatan Gerakan Tanam Kedelai bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan Ketua Komisi IV DPR RI di Pekon Banjarmasin Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Jumat (02/06), Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Lampung menjadi lokasi yang ditargetkan dalam meningkatkan produksi kedelai khususnya di Kabupaten Tanggamus. Gubernur menyebut, capaian produksi kedelai pada tahun 2022 berdasarkan angka sementara sebesar 1.750 ton.

Sementara terkait pencapaian produksi Tahun 2023, Gubernur menerangkan, pemerintah melalui dana APBN Tahun Anggaran 2023 memberikan bantuan stimulan berupa benih kedelai bersertifikat dan Sarana Produksi (saprodi) lainnya untuk areal seluas 5.000 hektar yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Kabupaten Tanggamus sendiri memperoleh alokasi kegiatan pengembangan kedelai seluas 190 hektar yang tersebar di 10 kecamatan. Adapun bantuan yang diterima oleh kelompok tani yaitu paket berupa benih kedelai, Pupuk NPK non subsidi, Pestisida, dan pupuk hayati cair.

Dengan bantuan tersebut diharapkan akan semakin memotivasi dan menambah semangat petani Lampung untuk menanam kedelai di Provinsi Lampung, sehingga dapat menyatukan antara petani kedelai dan produsen/mitra yang menampung hasil kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai di Provinsi Lampung.

Gubernur menambahkan peningkatan produksi kawasan kedelai Tahun Anggaran 2023, bisa terealisasi jika seluruh faktor kunci dan pendukung peningkatan produksi dapat dipenuhi. Dirinya pun meminta Kepala Dinas Kabupaten/Kota untuk dapat berperan aktif melakukan gerakan pengembangan kawasan kedelai di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan, pihaknya mendorong para petani untuk mengembangkan komoditas kedelai dalam negeri dan meningkatkan produksi sehingga kebutuhan kedelai dalam negeri bisa terpenuhi dan mengurangi impor. Adapun Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengingatkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat serta seluruh stakeholder lainnya, khususnya dalam pengembangan dan peningkatan produksi kedelai.