Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : Kemenkes
Jakarta, Gpriority.co.id – Rabies masih menjadi tantangan besar Indonesia. Terbaru, terdapat 11 kasus kematian yang disebabkan oleh rabies. Dua kabupaten, Sikka dan Timor Tengah Selatan (TTS) juga telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.
Dalam konferensi pers secara virtual, jum’at (02/06) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dr. Imran Pambudi, MPHM mengungkapkan sampai April 2023 tercatat 31.113 kasus gigitan hewan penular rabies, 23.211 kasus gigitan yang sudah mendapatkan vaksin anti rabies, serta 11 kasus kematian di Indonesia. Hingga kni ada 26 provinsi yang menjadi endemis rabies namun hanya 11 provinsi yang bebas rabies yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Imran menambahkan, sudah ada dua kabupaten yang menyatakan kejadian luar biasa (KLB) rabies yaitu Kabupaten Sikka, NTT dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Situasi rabies di Indonesia tahun 2020 hingga April 2023, rata-rata per tahun kasus gigitan sebanyak 82.634, kemudian yang diberi vaksin anti rabies hampir 57.000. “Rabies merupakan tantangan besar di Indonesia karena dalam tiga tahun terakhir kasus gigitan hewan rabies itu rata-rata setahunnya lebih dari 80.000 kasus dan kematiannya rata-rata 68 orang,” ucapnya.
Menurutnya, 95% kasus rabies pada manusia didapatkan lewat gigitan anjing yang terinfeksi. Namun ada juga beragam hewan liar yang bertindak sebagai reservoir virus di berbagai benua seperti rubah, rakun, dan kelelawar. “Tapi 95% karena gigitan anjing,” tandasnya. Untuk mengeliminasi rabies pada manusia intervensi utamanya ialah memberi vaksinasi pada anjingnya. Sebab, jika hewan pembawa rabies ini masih berkeliaran dan tidak terlindungi oleh vaksin maka masih bisa menularkan rabies ke manusia.
Sebagai informasi, tahun 2023 Kemenkes telah mengadakan vaksin untuk manusia sebanyak 241.700 vial dan serumnya sebanyak 1.650 vial. Saat ini vaksin dan serum tersebut sudah didistribusikan ke provinsi hampir 227.000 vial vaksin dan lebih dari 1.550 vial serum. Sebetulnya vaksin yang diadakan itu merupakan buffer bukan utama. Pemerintah sendiri, sebut Imran sudah mempunyai stok melakukan pengadaan dan juga mendistribusikannya ke provinsi.
