Kementerian PU Lanjutkan Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat (SR) Sentra Paramita di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (14/7). Foto: Dok. Kementerian PU Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Sekolah Rakyat (SR) Sentra Paramita di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (14/7). Foto: Dok. Kementerian PU

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat tahap II yang tersebar di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dimana sebelumnya, Kementerian PU telah menyelesaikan 165 Sekolah Rakyat Rintisan tahap I.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo, Kamis (16/10).

Pekerjaan konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II telah memasuki tahap lelang sejak September 2025. Program ini dirancang untuk menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar (rombel), yang terdiri dari 1.872 rombel SD untuk 56.160 siswa, 936 rombel SMP untuk 28.080 siswa, dan 936 rombel SMA untuk 28.080 siswa.

Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II akan didirikan secara permanen di atas lahan 5-10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah dan ditargetkan rampung untuk tahun ajaran 2026/2027. Fasilitas sekolah mencakup ruang kelas nyaman berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan dan pusat pembelajaran digital, kantin dan dapur sehat, klinik kesehatan siswa, lapangan olahraga, ruang kegiatan ekstrakurikuler, serta area hijau.

Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU menekankan konsep ruang belajar yang sehat, aman, dan inspiratif dalam perancangannya. Desain bangunan juga mempertimbangkan efisiensi energi, ketahanan struktur, serta kemampuan adaptasi terhadap lingkungan sekitar.

Integrasi teknologi menjadi salah satu fokus utama agar proses pembelajaran lebih kreatif dan partisipatif. Kurikulum Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk menumbuhkan kemampuan akademik, karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup, guna memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Untuk diketahui, program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, khususnya Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pada Tahap I hingga akhir 2025, Kementerian PU telah merampungkan pembangunan 165 Sekolah Rakyat, mencakup 63 lokasi Tahap IA (dimanfaatkan mulai 14 Juli 2025), 37 lokasi Tahap IB (15 Agustus 2025), dan 65 lokasi Tahap IC (1 September 2025).

Dengan pembangunan Tahap II, Kementerian PU berharap akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu semakin luas, sekaligus memperkuat pondasi pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkeadilan.