Jakarta, GPriority.co.id – Beberapa waktu lalu Indonesia dihebohkan dengan video yang memperlihatkan para pencari kerja berdesakan di job fair Bekasi. Bahkan mereka sampai melakukan baku hantam.
Diketahui, terdapat ribuan pencari kerja yang memadati job fair dengan slogan “Bekasi Pasti Kerja” yang digelar di President University Convention Center, Kabupaten Bekasi, tersebut.
Menurut laporan, kericuhan terjadi karena pengunjung melebihi kapasitas 25 ribu orang. Sejumlah peserta juga dilaporkan pingsan akibat berdesakan dan hingga harus mendapat pertolongan medis.
Disisi lain, panitia acara job fair tersebut juga kewalahan usai mengatur antrean. Mereka sempat berupaya meredakan situasi dengan membuka jalur tambahan. Kabarnya, sejak subuh, ribuan orang sudah mengantre demi mendapatkan pekerjaan.
Melihat fenomena ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun buka suara. Menurut Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Sinaga, kerumunan besar dalam acara tersebut bukanlah pertanda dari sulitnya mencari pekerjaan, tetapi menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap lowongan kerja yang diberikan.
Lebih lanjut, Sunardi menjelaskan jika meningkatnya jumlah angkatan kerja dari lulusan baru dan keinginan berpindah kerja menjadi faktor utama dari membeludaknya peserta di acara job fair tersebut. Selain mencari pekerjaan utama, tak sedikit juga yang hadir hanya untuk berkonsultasi atau mencari peluang terhadap pekerjaan sampingan.
“Justru antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap lowongan kerja bisa karena berbagai faktor. Seperti bertambahnya jumlah angkatan kerja karena bertambahnya lulusan pendidikan. Sehingga bersemangat mencari lowongan kerja,” ujar Sunardi.
Sebagai informasi, job fair merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan perusahaan swasta. Pada agenda tersebut, puluhan perusahaan menawarkan hingga ratusan lowongan kerja di berbagai sektor terkait.
Namun seperti dikutip dari ANTARA, menurut salah satu pencari kerja pada job fair Bekasi beberapa waktu lalu, mengaku jika dirinya telah menganggur tujuh tahun lamanya sejak lulus sekolah pada 2019. Pria bernama Farhan Gumilar tersebut mengaku sempat tertipu oleh agen kerja abal-abal.
Farhan pun berharap agar pemerintah dapat lebih nyata menyediakan lapangan kerja, dan bukan hanya sekadar menggelar job fair semata, yang justru menurutnya hanya menambah beban bagi para pencari kerja.
Foto : Dok. Pemprov DKI Jakarta
