Kenapa Pelanggan Selalu Aman Ketimbang PSK Dan Mucikari?

Kasus prostitusi yang melibatkan selebgram dan artis cantik, Cassandra Angelia makin menarik untuk diikuti, terlebih setelah pihak kepolisian memberikan keterangan pers mengenai pelanggan Cassandra Angelia dan PSK (Pekerja Seks Komersial) lainnya yang tidak bisa dipidanakan.

Hal ini dibenarkan oleh Humas Polda Metro Jaya, Endra Zulpan dalam siaran persnya pada Rabu (12/1/2021). Menurut Endra Zulpan, penanganan kasus prostitusi ini harus proposional, karena tidak ada peraturan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut.

“Kami tidak menemukan aturan yang menjerat hal tersebut, kalau ada pasti akan dikenai,” jelas Zulpan.

Pengacara Pahala Manurung,S.H.M.H. dari Law Firm Pahala Manurung & Partner membenarkan bahwa konsumen memang tidak bisa dijerat. “ Namun jika ingin menggunakan pasal 55,56 dan 57 terkait perzinahan sebenarnya bisa. Tetapi harus ada yang melaporkan misalnya dari pihak istri, namun kalau pelanggan adalah jomblo ini yang repot, karena tidak ada yang melaporkan. Namun bisa disiasati dengan masyarakat yang melapor,” jelas Pahala.

Terkait dengan pernyataan ini, Komnas Perempuan anak pun sebenarnya sudah  meminta pihak kepolisian untuk menjerat pelanggan Cassandra Angelia dengan UU Pornografi, UU, ITE dan UU Pornoaksi kalau UU KUHP tidak bisa.

Namun polisi lagi-lagi berdalih, bahwa UU tersebut tetap tidak bisa menjerat dan dinilai terlalu berlebihan. “ Karena yang dilakukan oleh Artis CA dengan konsumennya adalah suatu hal yang bersifat personal, makanya di dalam hukum tidak bisa masuk karena wilayahnya yang sangat private,” ucap Zulpan.

Pahala menambahkan untuk itulah pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR melakukan gerak cepat dengan memasukkan klausul ini ke dalam Rancangan Undang-Undang  KUHP. “ Karena tidak mungkin kalau PSK dan Mucikari bisa berjualan kalau tidak ada konsumen,” jelas Pahala.

Pahala berharap kalau RUU tersebut bisa segera disahkan sehingga konsumen juga bisa dijerat oleh pasal KUHP.(Hs.Foto.Istimewa)

Related posts