Presiden Berpesan “Jangan Ke Luar Negeri Dulu!”

            Ternyata Covid-19 masih menjadi rubik utama di tengah masyarakat. Bagaimana tidak, kurang lebih 2 tahun Indonesia masih berpacu melawan pandemi. Bahkan sampai di tahun 2022, kasus Covid belum usai diperbincangkan. Malah berkembang menjadi varian baru dengan nama Omicron. Varian ini tersebar ke 150 negara di dunia. Menurut survei pun, varian Omicron memiliki gelombang penularan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya, Delta.

            Hingga akhirnya, Indonesia dibuat gempar karena ada pesohor  yang tertular. Diketahui, pesohor ini baru saja melakukan perjalanan luar negeri bersama keluarganya. Kini Ia sudah dirawat di rumah sakit penanganan Covid, khususnya varian Omicron. Berita ini pun membuat Jokowi angkat suara. Ia menghimbau kepada para masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan luar negeri. Pesan ini adalah upaya tegas, agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan sampai perjalanan ke luar negeri membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

            Peraturan perjalanan luar negeri pun menjadi sangat ketat. Warga Negara Asing dilarang masuk ke Indonesia. Dan bagi WNI harus melakukan masa karantina selama 10 hari. Peraturan ini mendapatkan perbedaan tanggapan dari masyarakat, ada yang setuju dan tidak setuju. Pihak setuju mengatakan, “Yang terpenting keselamatan dan kesehatan para masyarakat.” Dan Pihak tidak setuju beranggapan ini mengganggu mobilitas pekerjaannya di luar negeri.

            Terkait pro dan kontra terhadap himbauan Presiden ini, Menkes, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, tingkat kasus positif covid-19 untuk kedatangan luar negeri di Indonesia mencapai 13%, berbanding dengan tingkat kasus positif  transmisi lokal mencapai 0,2%. Ini membuktikan bahwa, perjalanan luar negeri seharusnya tidak dilakukan dahulu. Tunggulah sampai kondisi mulai membaik.   

            Dari laman resmi Kemensetnegri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan, memang menegaskan bahwa himbauan Jokowi adalah benar. Untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam beberapa minggu ke depan untuk mencegah penyebaran virus Corona dikarenakan kasus konfirmasi pelaku perjalanan luar negeri mendominasi di Jawa-Bali. 

Related posts