Kenapa Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia 2026?

Momen suporter Jepang bersihkan stadion usai laga Grup F melawan Belanda yang berakhir imbang 2-2/Foto : Dok. AFP Momen suporter Jepang bersihkan stadion usai laga Grup F melawan Belanda yang berakhir imbang 2-2/Foto : Dok. AFP

Jakarta, GPriority.co.id – Aksi suporter Jepang kembali mencuri perhatian dunia dalam ajang Piala Dunia 2026. Bukan karena koreografi megah atau nyanyian di tribun, melainkan kebiasaan mereka membersihkan stadion setelah pertandingan berakhir.

Momen tersebut terjadi usai laga Grup F antara tim nasional Jepang dan Belanda yang berakhir imbang 2-2.

Setelah peluit panjang dibunyikan, para pendukung Samurai Blue terlihat tetap bertahan di tribun sambil memungut sampah dan memasukkannya ke dalam kantong plastik biru yang sudah menjadi ciri khas mereka. Aksi itu kembali viral di media sosial dan menuai pujian dari penggemar sepak bola di berbagai negara.

Pertandingan sendiri berlangsung sengit. Jepang dua kali tertinggal sebelum berhasil menyamakan kedudukan melalui gol telat yang memastikan skor akhir 2-2. Hasil tersebut membuat persaingan di Grup F tetap terbuka lebar.

Namun sorotan terbesar justru datang setelah pertandingan. Dalam wawancara yang dikutip sejumlah media internasional, salah satu suporter Jepang, Eita Tanaka, menjelaskan alasan di balik tradisi tersebut.

“Kami harus memikirkan semua orang,” ujarnya singkat, dikutip dari laporan The Guardian.

Ia menegaskan bahwa membersihkan area yang digunakan bersama merupakan bagian dari nilai yang telah diajarkan sejak kecil di Jepang. Tanaka juga menyebut tindakan tersebut bukan sesuatu yang istimewa bagi masyarakat Jepang.

Menurutnya, menjaga kebersihan setelah menggunakan fasilitas umum merupakan bagian dari budaya sehari-hari yang sudah ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.

Di Jepang, para siswa terbiasa membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah secara mandiri sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Tradisi suporter Jepang membersihkan stadion sebenarnya bukan hal baru. Kebiasaan ini pertama kali mendapat perhatian internasional saat Piala Dunia 1998 di Prancis dan terus berlanjut pada berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar.

Aksi tersebut kemudian menjadi simbol sportivitas dan rasa hormat yang melekat pada pendukung tim Jepang.

Sejumlah pengamat menilai budaya tersebut mencerminkan konsep sosial Jepang yang menekankan pentingnya tidak merepotkan orang lain serta mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan individu.

Karena itu, membersihkan stadion dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap penyelenggara, petugas kebersihan, sesama penonton, dan fasilitas yang digunakan bersama.

Di tengah atmosfer kompetitif Piala Dunia 2026, aksi sederhana para suporter Jepang kembali menunjukkan bahwa kemenangan sejati tidak selalu tercipta di atas lapangan.

Bagi banyak penggemar sepak bola, sikap disiplin dan rasa hormat yang mereka tunjukkan justru menjadi contoh yang patut diteladani oleh pendukung olahraga di seluruh dunia.