Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat usai adanya perwakilan dari kalangan NU yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
“Kami mengerti dan sangat memaklumi dan kami merasakan hal yang sama bahwa hal ini sesuatu yang tidak patut. Dalam konteks suasana yang ada saat ini (konflik antara Palestina-Israel,” ujar Gus Yahya, sapaan akrabnya, saat menyampaikan konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/7).
Gus Yahya mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi hal ini kepada lembaga-lembaga terkait yang berada di bawah PBNU.
“Bahwa lembaga-lembaga ini yang personilnya ada yang berangkat ke Israel itu sama sekali tidak tahu menahu. Tidak ada mandat kelembagaan, tidak ada pembicaraan kelembagaan,” ujarnya dikutip, Selasa (17/7).
“Sehingga yang dilakukan oleh anak-anak yang berangkat ke Israel tempo hari itu adalah tanggung jawab mereka pribadi. Serta tidak terkait dengan lembaga.”
Diketahui sebelumnya, lima orang nahdliyin menemui Presiden Israel pada Minggu (14/7) tampak mereka duduk dan berfoto bersama.
Foto: Dimas A Putra/GPriority
