Jakarta, GPriority.co.id – Minyak nilam merupakan salah satu jenis minyak yang memiliki aroma unik dan menyegarkan.
Minyak nilam terbuat dari daun dan batang tanaman nilam (Pogostemon cablin). Minyak ini biasa juga disebut patchouli oil.

Jika anda belum mengetahuinya, Indonesia merupakan negara penghasil utama minyak nilam di dunia.
Jika dibandingkan dengan minyak kelapa sawit, minyak nilam merupakan produk kebanggaan tanah air yang memang belum banyak diketahui.
Namun nyatanya, Indonesia merupakan penyumbang 90 persen minyak nilam dunia.
Banyak orang menilai, minyak nilam juga memiliki aroma segar bercampur dengan aroma kayu yang sedikit manis dan spicy.
Keunikan lainnya, minyak nilam sering digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi parfum, kosmetik, aromaterapi, hingga obat-obatan.
Sejarah Minyak Nilam

Minyak nilam ternyata sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Aceh menjadi provinsi yang dikenal sebagai penghasil utama minyak nilam.
Selain produktivitasnya yang tinggi, minyak nilam Aceh adalah salah satu yang terbaik di dunia.
Saat itu, petani lokal sudah menjual minyak nilam ke perusahaan Kolonial Belanda.
Proses pembuatan nilam pun tidak mudah. Setelah masa tanam 4-5 bulan, batang nilam harus dikeringkan kemudian didistilasi selama 8 jam.
Untuk 1 liter minyak nilam, dibutuhkan 200 kg tanaman nilam. Oleh karenanya tak heran jika harga minyak nilai sangat mahal.
Saat ini per kilogram minyak nilam bisa dibanderol dengan harga lebih dari Rp2 juta!
Tercatat, hingga saat ini Indonesia mampu mengekspor 1.200 sampai 1.500 ton minyak nilam per tahunnya ke negara-negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, sampai Amerika Serikat.
Minyak nilam memiliki beberapa keunggulan diantaranya seperti :
- antibakteri dan antijamur,
- antiinflamasi,
- dapat menjaga kesehatan kulit,
- dapat menjaga kesehatan mental,
- meredakan gangguan pernasapan,
- dapat membunuh serangga,
- cocok untuk bahan dasar dari produk parfum, kosmetik, sabun, dan aromaterapi.
Foto : Istimewa
