Pyrzyce, Gpriority.co.id – Seorang pesepakbola asal Banyuwangi, Jawa Timur, Slamet Santoso, resmi direkrut oleh klub amatir Polandia MLKS Sokół Pyrzyce dan kini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Kabar perekrutan pemain berusia 28 tahun itu viral di Instagram dan TikTok setelah kisah perjalanannya ke Eropa tersebar luas.
MLKS Sokół Pyrzyce, klub yang berkompetisi di Klasa Okręgowa (kasta keenam sistem liga Polandia) dan memiliki akademi bersertifikat PZPN, mengumumkan kedatangan Slamet setelah mengamati aksi pemain asal Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo tersebut dalam sesi latihan tak terduga di kompleks Stadion OSiR w Pyrzycach.
Menurut Slamet, awal mula tawaran itu berawal dari momen sederhana: saat menonton pertandingan Sokół Pyrzyce sekitar dua bulan lalu, ia memilih tetap berada di area stadion setelah laga dan bergabung bermain bersama anak-anak yang sedang berlatih. Aksi olah bola Slamet menarik perhatian sejumlah ofisial klub yang kemudian mengundangnya untuk ikut latihan bersama tim.
“Setelah itu saya dipanggil dan diajak ikut latihan bersama tim,” kata Slamet kepada wartawan. Penampilan dan pengalaman bermainnya dinilai bagus oleh pihak klub, yang kemudian menggali rekam jejaknya—termasuk statusnya sebagai mantan gelandang Baruna Nusantara Banyuwangi FC.
Slamet sebelumnya memperkuat Baruna Nusantara Banyuwangi FC, yang berlaga di Liga 3 musim 2023/2024 dan bermula dari pembinaan di SSB Porwing Ringin Telu. Baruna Nusantara sendiri kini bermain di Liga 4 Jawa Timur setelah restrukturisasi kompetisi amatir Indonesia. Manajer Baruna, Hariyono, menyambut bangga kabar kepindahan Slamet dan menilai ini menjadi bukti bahwa pemain lokal Banyuwangi memiliki kualitas untuk bersaing di kancah internasional.
“Kami bangga. Ini bukti pemain lokal Banyuwangi masih punya daya tarik dan kualitas. Keberhasilan Slamet bisa jadi motivasi bagi pemain muda untuk terus berlatih dan mengejar peluang yang lebih tinggi,” ujar Hariyono.
Kesempatan bermain di Sokół Pyrzyce, kata Slamet, bukan sekadar menambah pengalaman, tetapi juga membuka pintu pengembangan profesional di lingkungan sepak bola Eropa—dengan metode latihan, budaya kompetisi, dan tantangan yang berbeda dibandingkan di Indonesia. Ia mengaku sempat menanyakan soal izin dari klub lamanya, namun manajemen klub Polandia menyatakan bahwa pengurusan administrasi akan ditangani oleh presiden klub.
MLKS Sokół Pyrzyce sendiri kerap menggelar pertandingan kandang di Stadion OSiR w Pyrzycach. Meski berlaga di kasta bawah, klub ini menunjukkan performa kompetitif dan mengembangkan program pembinaan usia muda yang mendapat perhatian lokal.
Kisah Slamet menjadi inspirasi karena menunjukkan bahwa jalur menuju panggung internasional tidak selalu melalui skenario besar. Momen tak terduga—bergabung bermain di pinggir lapangan setelah laga—mampu mengubah arah kariernya. Dari lapangan kecil di Banyuwangi hingga stadion di Polandia, perjalanan Slamet kini membawa harapan baru bagi pemain muda daerah yang bermimpi tampil di Eropa.
Kedatangan Slamet ke klub Polandia itu telah diumumkan secara resmi oleh pihak klub, dan keluarga besar Baruna Nusantara menyambutnya dengan suka cita. Bagi Slamet, ini adalah langkah penting dalam kariernya dan kesempatan untuk terus berkembang di kancah internasional.
Foto : Sokol Pyrzyce
