Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui satuan pendidikan vokasi yang dikelola, resmi membuka penerimaan peserta didik baru tahun akademik 2025/2026, Rabu (12/3).
Adapun pendaftaran taruna baru tahun akademik 2025/2026 tersebut, utamanya akan ditujukan bagi anak nelayan serta pembudidaya.
“Saya turut mengapresiasi penerimaan satuan pendidikan tinggi Kelautan dan Perikanan yang mengutamakan anak pelaku sektor kelautan dan perikanan,” ujar Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono.
Lebih lanjut, KKP berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul yang dapat mendukung pembangunan ekonomi biru di Indonesia. Dalam hal ini KKP juga memiliki visi mewujudkan Ocean Institute of Indonesia.
Adapun melalui pendidikan vokasi tersebut, menjadi pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global sektor kelautan dan perikanan.
Dilansir dari laman KKP, berikut ini persyaratan umum satuan pendidikan tinggi vokasi:
* Warga Negara Indonesia, lulusan SMA/sederajat
* Usia maksimal 23 tahun pada 1 September 2025
* Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna
* Bersedia tinggal di asrama dan mengikuti seluruh tahapan seleksi
* Persyaratan khusus sesuai program studi dapat dilihat di laman resmi pendaftaran
Sementara itu, berikut ini persyaratan umum untuk satuan pendidikan menengah vokasi:
* Warga Negara Indonesia, lulusan SMP/sederajat
* Usia maksimal 18 tahun pada tahun berjalan
* Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna
* Bersedia tinggal di asrama dan mengikuti seluruh tahapan seleksi
* Persyaratan khusus sesuai kompetensi keahlian dapat dilihat laman resmi pendaftaran.
Cara Mendaftar Pentaru KKP 2025/2026
Nantinya pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi www.pentaru.kkp.go.id, dan dapat diakses mulai 3 Maret-31 Mei 2025. Seleksi administrasi, akademik, wawancara, serta uji fisik dan kesehatan akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Informasi lebih lanjut terkait kuota penerimaan, tahapan seleksi, dan ketentuan lainnya juga dapat diakses melalui laman tersebut
“Harapannya, dengan bekal ilmu pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman, mereka akan menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang maju dan modern, tanpa mengesampingkan keberlanjutan ekologi,” papar Menteri Sakti.
Editor: Novita Intan
Foto : YouTube/KKP
