Penulis : Ponco | Editor : Lina F | Foto : KKP
Jakarta, Gpriority.co.id – Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM Kelautan dan Perikanan (SDM KP). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) menyiapkan skema kerja sama dengan sejumlah instansi di Korea Selatan. Beberapa instansi itu diantaranya, Pukyong National University (PKNU), Marina Trading Co. Ltd, dan Korea Maritime and Ocean University Consortium (KMOUC).
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan, bahwa dalam rangka penguatan Technical and Vocational Education and Training (TVET), program sertifikasi bagi taruna satuan pendidikan KP akan menjadi salah satu poin penting sebagai implementasi MoU dengan PKNU yang sudah ditandatangani pada bulan Juli lalu.
Sertifikasi tersebut akan dilakukan dengan skema 3+1, yakni menempuh pendidikan selama 3 tahun di Politeknik KP lalu meneruskan pendidikan selama 1 tahun di PKNU, kemudian magang di perusahaan perikanan di Korea Selatan.
“Program ini diharapkan menjadi bentuk sinergi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dan industri/swasta. Tujuannya, setelah kegiatan internship atau magang terlaksana, para taruna akan dapat melanjutkan bekerja di perusahaan setempat. Kami juga berharap dukungan besar dari Kementerian Pendidikan Pemerintah Korea Selatan,” terang Nyoman dalam keterangan resminya di Jakarta, pada (24/11).
Selain itu ke depan, Nyoman juga berencana KKP untuk mengembangkan Pusat Pelatihan Internasional Kelautan dan Perikanan di Bali. “Pusat pelatihan tersebut nantinya akan menjadi pusat pelatihan bagi pendidik, pelatih, praktisi baik dari Indonesia maupun luar negeri pada sektor perikanan. Melalui kegiatan ToT, para peserta juga akan dibekali dengan sertifikat yang memenuhi standar STCW-F,” tambahnya.
Disamping memperkuat kerja sama dengan mitra swasta, Kepala BPPSDM KP juga mengadakan pertemuan dengan Presiden, Wakil Presiden, dan CEO Marina Trading Co. Ltd, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja untuk kapal perikanan. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan MoU kerja sama antara Kepala BPPSDM KP dengan Presiden Korea Maritime and Ocean University Consortium (KMOUC).
Ruang lingkup kerja sama meliputi kolaborasi akademik, pelatihan kelautan perikanan dan manajemen institusi, serta sistem program termasuk pengembangan program pendidikan vokasi. Salah satu fokusnya yaitu penyiapan SDM di bidang permesinan kapal perikanan.
“Kerja sama pengembangan SDM KP dengan KMOUC ini menjadi penting dalam menyiapkan kapasitas dan kompetensi tenaga pengajar pendidikan KP utamanya di bidang permesinan kapal,” pungkasnya.
