Korban Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatera Meningkat: 776 Tewas, 564 Masih Hilang

Empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara—Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana banjir dan longsor/Foto BNPB Empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara—Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana banjir dan longsor/Foto BNPB

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga 4 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara meningkat menjadi 776 orang.

Rinciannya, Sumatera Utara mencatat 299 korban jiwa, disusul Aceh 277 orang, dan Sumatera Barat 200 orang.

“Jumlah meninggal dunia berdasarkan provinsi, Sumatera Utara 299 jiwa, Aceh 277 jiwa dan Sumatera Barat 200 jiwa,” demikian keterangan BNPB melalui situs resminya.

Selain korban meninggal, sebanyak 2.600 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 564 orang masih dinyatakan hilang.

Untuk kerusakan fasilitas, BNPB mencatat 354 fasilitas umum terdampak, termasuk 9 fasilitas kesehatan, 213 fasilitas pendidikan, 132 rumah ibadah, 100 gedung atau perkantoran, serta 295 jembatan yang rusak.