Setelah Tapanuli Utara, TNI AU Lakukan Airdrop Bantuan di Aceh Tamiang

Kualasimpang, Gpriority.co.id – TNI AU fokus menerjunkan bantuan melalui airdrop di Kabupaten Aceh Tamiang. Sebelumnya, berseliweran informasi di media sosial jika masyarakat Aceh Tamiang belum tersentuh bantuan akibat terisolasi bencana banjir bandang.

Pada selasa (2/12) misalnya, pesawat angkut C-130J Super Hercules TNI AU dengan nomor registrasi A-1340 menerjunkan 20 bundle bantuan menggunakan Payung Low Cost Low Altitude (LCLA).

Penerjunan dilakukan di Drop Zone (DZ) Lapangan Bima, Kecamatan Kualasimpang, lokasi yang sebelumnya juga digunakan sebagai titik penyaluran bantuan helibox. Pesawat memasuki area penerjunan pada ketinggian rendah untuk memastikan bundle LCLA jatuh tepat di area sasaran.

Sistem LCLA dirancang untuk memungkinkan paket bantuan turun secara stabil dan aman dari ketinggian minim, sehingga sangat efektif untuk menjangkau daerah sulit akses. Setiap bundle memuat kebutuhan darurat seperti bahan makanan siap konsumsi, perlengkapan tanggap bencana, dan keperluan mendesak lainnya.

Di hari yang sama pesawat angkut CN-295 TNI AU dengan nomor registrasi A-2904 kembali menerjunkan bantuan menggunakan helibox melalui metode airdrop di kawasan Kuala Simpang setelah sebelumnya melakukan di Tapanuli Utara.

Sebanyak 90 helibox berisi kebutuhan darurat diterjunkan di Drop Zone (DZ) Lapangan Bima, Aceh Tamiang. Airdrop menjadi upaya lanjutan TNI AU dalam mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang masih terdampak bencana dan terkendala akses darat.

Sebelumnya ramai di media sosial perihal belum masuknya bantuan di Kabupaten Aceh Tamiang dimana masyarakat setempat sudah mengalami kelaparan. Disisi lain Pemerintah Daerah setempat juga telah angkat tangan memghadapi kondisi darurat di Aceh Tamiang.

Aidil Isfa Azhari (26) warga Aceh Tamiang yang dihubungi GPriority Selasa (2/12) mengaku, akses menuju berbagai wilayah terputus total. Tidak hanya transportasi, lanjutnya, layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan pasokan bahan pangan juga tidak tersedia.

“Akses tidak bisa kemana-mana, terputus total. Dan juga sinyal listrik, air bersih, bahan pangan semuanya tidak ada. Itu kondisi saat ini yang terjadi pasca banjir,” katanya. Aidil pun mengungkapkan kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik serta akses komunikasi.

Foto : TNI AU