Korban Meninggal Ponpes Al-Khoziny Ambruk di Sidoarjo Bertambah Jadi 66 Orang

Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo terus bertambah. Foto: X/na_dirs Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo terus bertambah. Foto: X/na_dirs

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar duka runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus diperbarui. Tim SAR gabungan mencatat total 66 orang meninggal dunia hingga Selasa (6/10), dengan dua diantaranya merupakan bagian tubuh yang belum teridentifikasi.

Tim SAR masih berupaya mencari enam santri lain yang dilaporkan hilang di reruntuhan bangunan tiga lantai ini.

Menurut Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, selaku Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, korban ditemukan di area wudhu dan area belakang bangunan yang ambruk.

“Hingga laporan terakhir, total terdapat 13 korban, 2 body part berhasil diekstrikasi dilanjutkan evakuasi pada H-8 di sektor A3 dan A2,” kata Yudhi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, pencarian masih berlangsung. Namun, fokus utama saat ini adalah membersihkan puing-puing dan membongkar struktur utama yang runtuh.

Kata Yudhi, proses evakuasi terus dilakukan. Pembersihan puing-puing kini difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama bangunan.

Data terbaru hingga Senin (6/10) pukul 15.30 WIB mencatat total korban yang ditemukan berjumlah 163 orang, terdiri dari 104 orang selamat dan 59 orang meninggal dunia, termasuk enam potongan tubuh yang belum dapat diidentifikasi.

Selain itu, Basarnas juga melaporkan bahwa masih ada enam orang yang belum ditemukan. Jumlah ini berpotensi bertambah karena proses identifikasi bagian tubuh korban masih berlangsung.

Untuk diketahui, insiden tragis tersebut terjadi pada Senin (29/9) sore saat ratusan santri tengah melaksanakan salat Asar berjemaah di musala gedung asrama putra. Gedung tiga lantai yang masih dalam proses pembangunan tersebut tiba-tiba runtuh, menimpa para santri yang berada di bawah reruntuhan.

Pewarta: Rizqi Juned
Editor: Dimas A Putra